My Y!

Tuesday, 22 July 2008

bangsa yang kehilangan rujukan budaya

diambil dari Republika online edisi selasa, 01 Juli 2008. semoga menjadi perenungan kita semua.

Ungkapan dalam judul ini tidak berasal dari saya, tetapi dari Bung Saini KM, sastrawan dan dramawan, asal Sumedang, lahir 18 Juni 1938. Sejak beberapa tahun terakhir kami sama-sama menjadi anggota Akademi Jakarta (AJ). Bung Saini yang santun dan tidak banyak bicara, tetapi sudah terlatih berpikir dalam, karena itu ia gelisah mengamati kultur bangsa yang sedang jatuh.

Dalam sebuah wawancara panjang, Saini sampai kepada kesimpulan bahwa bangsa ini secara kultural sedang kalah. Berbagai indikator telah dibentangkannya dalam wawancara itu. Pada saat berbicara tentang tindak kekerasan yang sedang marak di mana-mana dengan berbagai alasan, Saini meneropong akar pokoknya karena bangsa ini telah kehilangan rujukan budaya. Kulturalisasi (pembudayaan) telah ditelan komersialisasi yang ganas dan dangkal.

Lebih rinci Saini bertutur: “Perilaku keras, beringas, korupsi, keterpurukan ekonomi yang berkelanjutan adalah pertanda kekalahan budaya itu. Karakter bangsa dibentuk oleh kreativitas bangsa itu sendiri. Kreativitas itu akan berkaitan erat dengan kesejahteraan dan kekenyalan bangsa ketika menghadapi persoalan. Bangsa yang kreatiflah yang akan bertahan dan kukuh berdiri di tengah bangsa-bangsa lain.”

Saini berkali-kali mengatakan: “Kita kalah,” sebuah rintihan sastrawan yang mestinya mendapat tanggapan, dari mereka di panggung kekuasaan. Dengan menyadari secara sungguh-sungguh bahwa kita memang lagi berada di bawah, siapa tahu kita bisa bangkit kembali dari segala macam ketidakberesan yang menyesakkan napas. Sebab itu, kata Saini, kita perlu rujukan budaya tradisi yang bernilai dinamis dan positif yang memang terdapat pada semua subkultur bangsa ini.

Saini juga mengkritik perilaku elite yang seenaknya saja menjual aset-aset bangsa tanpa perhitungan jangka panjang. Memang, telah lama terlihat elite bangsa ini gemar ‘menggadaikan’ kedaulatan, demi menutup defisit anggaran. Orang yang kehilangan rujukan budaya akan dengan enteng saja menjual segala yang mungkin dijual, tidak mau berpikir panjang; dengan menempuh cara yang serbapragmatis itu, mereka tidak sadar pada akhirnya kedaulatan bangsa yang akan terjual. Bukankah dengan demikian kita telah mengundang sosok penjajah dalam format lain?

Bung Hatta, dalam usia 26 tahun, dalam pidato pembelaannya di depan mahkamah Belanda di Den Haag, pada 9 Maret 1928, berkata: Selamat tinggal politik memohon dan mengemis! Selamat tinggal politik mohon restu! Selamat tinggal politik menadahkan tangan!

Politik mengemis dan menadahkan tangan kepada asing adalah bagian dari kultur budak. Bukankah kutipan Bung Hatta itu terlahir dari pemimpin yang punya harga diri, sekalipun pada waktu itu Indonesia masih terjajah? Dengan kebiasaan kita menjual aset strategis kepada pihak asing, bukankah itu berarti kita telah kehilangan ketegasan sikap membela kedaulatan bangsa dan negara? Terakhir bergulir pula berita Krakatau Steel (KS), juga mau dijual ke asing. Tetapi, karena ada perlawanan dari dalam dan bantuan pers dan tokoh-tokoh masyarakat, kabarnya KS tidak jadi dijual. Coba banyangkan KS sebagai industri baja strategis bagi pertahanan negara, lalu dikuasai asing, bukankah dengan cara latah itu kita telah menggadaikan kedaulatan kita? Mengapa kita dengan mudah saja ‘menadahkan tangan’ kepada asing agar mau membeli aset yang sebenarnya mampu kita kelola sendiri?

Dalam situasi bangsa yang sedang kehilangan rujukan budaya ini, saya mengimbau semua komponen bangsa yang masih siuman untuk berteriak lebih keras dan lantang lagi tetapi santun untuk mengingatkan pihak pemerintah dan DPR agar berhati-hati membuat keputusan penting. Salah-salah tingkah, akibat buruknya akan ditanggung oleh anak cucu kita di kemudian hari. Jangan-jangan yang tersisa buat mereka nanti hanyalah ampas Republik yang telah sangat merana dan telah kehilangan segala-galanya. Kritik seorang seniman santun Saini patut benar direnungkan.

(Ahmad Syafii Maarif )


Owner's note: Ga salah memang. Siapa sich orang Indonesia yang ngga capek ngeliat berita segala hasil budaya dan adat istiadat tiba-tiba lebih dikenal dunia berasal dari negara lain, bukannya dari Indonesia. Blom lagi berita yang isinya kalo ngga korupsi, pemadaman listrik, BLT yang gagal, bencana yang ngga berhenti dan hal lain yang isinya negatif. Semakin jarang kita dengar dari televisi ada orang Indonesia yang berprestasi di luar sana... Hhhh....

BANGKITLAH INDONESIA-ku!

Friday, 20 June 2008

Merinding

Setelah ngeliat posting email dari sebuah milis, perasaan saya jadi merinding mpe sekarang. Posting itu cerita soal orang yang abis beli baju (actually, it's a laundrette) yang langsung dia pake tanpa dia cuci. Hasil dari kejorokannya itu adalah, some kind of larvae, live inside of her... And it make holes (not just one, many, imagine it.... Euh.... Euh...) in the skin.... Hiiyyhhhh... nulis itu aja jadi bikin merinding.... Euh..

Hal kek gini pernah kejadian juga pas liat foto tangan dibedah gara-gara salah posisi megang mouse selama bertahun-tahun dan hanya bergejala tangan pegel linu.. Euh.... Euh...

Euh.... Euh... Euh.... Euh.......

Makanya jangan jorok.... Pa lagi kalo bis beli-beli baju dari awul-awul... Tips, dari seorang temen, kalo kamu abis beli baju, darimanapun, rendem dulu pake air panas atau anget. Yang warnanya putih bisa langsung dibleaching. Biar kuman-kumannya ilang semua....

Friday, 13 June 2008

Nyewa internet

Hanya mau kasih tau ajah...
Bahwa ngenet di warnet adalah salah satu bentuk cobaan dan berkah
Bahwa ngenet di warnet dapat mengetes kesabaran
Bahwa ngenet di warnet barengan ma anak-anak SD SMP adalah sebuah kesalahan
Karena mereka menggerombol
Karena mereka berisik
Karena mereka suka histeris dan dapat dengan baik mengekspresikannya

Bahwa dengan ngenet di warnet, kita bisa dapet banyak pengetahuan
Bahwa dengan ngenet di warnet, kita bisa belanja virus
Bahwa dengan ngenet di warnet berjam-jam, jauuuuuh lebih murah daripada makan ato minum selama durasi waktu yang sama (lho kok?)
Bahwa dengan ngenet di warnet bisa jadi guilty pleasure buat kita, terutama yang menghabiskan waktu buat baca puisi bego ini...

Friday, 6 June 2008

Hari Lingkungan Hidup Sedunia, World Environment Day 2008

Oleh Andi Gunawan

Hari Lingkungan Hidup Sedunia diperingati setiap tanggal 5 Juni, penetapannya dimulai sejak tahun 1972 melalui Sidang Umum PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) dan menetapkan tanggal tersebut sebagai hari lingkungan hidup sedunia. Pada tahun yang sama dibentuk UNEP (United Nations Environment Program) yang bertanggung jawab terhadap peringatan World Environment Day setiap tahunnya di berbagai negara.
Maksud dari adanya peringatan hari lingkungan hidup sedunia adalah untuk meningkatkan kesadaran bagi siapa saja dalam menjaga lingkungan dan meningkatkan perhatian pemerintah diberbagai negara dalam mengatasi masalah lingkungan.
Aksi nyata pemerintah dan masyarakat dalam menjaga lingkungan.adalah hal yang sangat penting, mengingat bumi yang kita tempati telah menjadi renta sebelum waktunya akibat ulah manusia. Penebangan liar menyebabkan hutan gundul, longsor dan banjir, sampah yang tidak bisa di daur ulang, eksploitasi terhadap isi perut bumi yang berlebihan, pencemaran udara yang mengakibatkan global warming serta pencemaran lainnya, semuanya itu adalah sumbangan manusia bagi kehancuran bumi dan manusia itu sendiri.
Akibat masalah lingkungan yang tidak terjaga, telah kita rasakan hari ini, udara menjadi lebih panas, cuaca yang sulit diprediksi berakibat buruk pada pertanian (gagal panen), dimasa yang akan datang tidak menutup kemungkinan pulau-pulau akan tenggelam, negara-negara pantai, wilayahnya akan menyusut, kekurangan air bersih dan masih banyak lagi ketidaknyamanan yang dirasakan manusia.
Tema hari lingkungan hidup sedunia 2008 yang ditetapkan oleh UNEP (Badan Lingkungan Hidup Dunia) adalah “Co2 Kick The Habit, Toward a Low Carbon Economy”, disesuaikan dengan kondisi di Indonesia tema itu menjadi “UBAH PERILAKU DAN CEGAH PENCEMARAN LINGKUNGAN”.
Akankah hari lingkungan hidup sedunia ini menggugah manusia menjadi lebih bijak dalam menjaga lingkungannya dari berbagai pencemaran?? Akankah manusia yang hidup hari ini mampu mewariskan kondisi bumi (lingkungan) sama dengan hari ini, lebih baik ataukah lebih buruk??? Mari kita jawab pertanyaan itu dengan aksi nyata dalam kehidupan kita sehari-hari.
Sebuah tantangan menarik bagi Anda dan kita semua, bagaimana membuat lingkungan (bumi) menjadi lebih baik dimasa datang …
Selamat Hari Lingkunga Hidup Sedunia, World Environment Day 2008
Dibawah ini informasi tentang tema Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang masih relevan hingga saat ini :
Tema Hari Lingkungan Hidup Sedunia dari tahun ke-tahun
 2007 - Melting Ice – a Hot Topic??
 2006 - Deserts and Desertification - Don’t Desert Drylands!
 2005 - Green Cities – Plan for the Planet!
 2004 - Wanted! Seas and Oceans – Dead or Alive?
 2003 - Water – Two Billion People are Dying for It!
 2002 - Give Earth a Chance
 2001 - Connect with the World Wide Web of Life
 2000 - The Environment Millennium - Time to Act
 1999 - Our Earth - Our Future - Just Save It!
 1998 - For Life on Earth - Save Our Seas
 1997 - For Life on Earth
 1996 - Our Earth, Our Habitat, Our Home
 1995 - We the Peoples: United for the Global Environment
 1994 - One Earth One Family
 1993 - Poverty and the Environment - Breaking the Vicious Circle
 1992 - Only One Earth, Care and Share
 1991 - Climate Change. Need for Global Partnership
 1990 - Children and the Environment
 1989 - Global Warming; Global Warning
 1988 - When People Put the Environment First, Development Will Last
 1987 - Environment and Shelter: More Than A Roof
 1986 - A Tree for Peace
 1985 - Youth: Population and the Environment
 1984 - Desertification
 1983 - Managing and Disposing Hazardous Waste: Acid Rain and Energy
 1982 - Ten Years After Stockholm (Renewal of Environmental Concerns)
 1981 - Ground Water; Toxic Chemicals in Human Food Chains
 1980 - A New Challenge for the New Decade: Development Without Destruction
 1979 - Only One Future for Our Children - Development Without Destruction
 1978 - Development Without Destruction
 1977 - Ozone Layer Environmental Concern; Lands Loss and Soil Degradation
 1976 - Water: Vital Resource for Life
 1975 - Human Settlements
 1974 - Only one Earth
Kota-kota yang menjadi tuan rumah peringatan hari lingkungan hidup sedunia
 2007 -
Tromsø, Norway
 2006 - Algiers, Algeria
 2005 -
San Francisco, U.S.
 2004 -
Barcelona, Spain
 2003 -
Beirut, Lebanon
 2002 -
Shenzhen, People’s Republic of China
 2001 -
Torino, Italy and Havana, Cuba
 2000 -
Adelaide, Australia
 1999 -
Tokyo, Japan
 1998 -
Moscow, Russian Federation
 1997 -
Seoul, Republic of Korea
 1996 -
Istanbul, Turkey
 1995 -
Pretoria, South Africa
 1994 -
London, United Kingdom
 1993 -
Beijing, People’s Republic of China
 1992 -
Rio de Janeiro, Brazil
 1991 -
Stockolm, Sweden
 1990 -
Mexico City, Mexico
 1989 -
Brussels, Belgium
 1988 -
Bangkok, Thailand
 1987 -
Nairobi, Kenya

Thursday, 22 May 2008

Berita Duka Kala Peringatan Kebangkitan

Innalillahi wa innailaihi Roji'un....

Di saat yang bersamaan dengan Indonesia merayakan 100 tahun Kebangkitan Nasional, kita kembali kehilangan tokoh nasional.

Setelah Alm. Sophan Sophiaan meninggal karena kecelakaan dalam Tour Motor Gedhe di Ngawi (dalam rangka kebangkitan nasional juga), Mantan Gubernur Jakarta, Bapak Ali Sadikin dan tokoh jurnalis Ibu S.K. Trimurti meninggal pada tanggal 20 Mei 2008.


Ali Sadikin lahir di Sumedang, Jawa Barat pada 7 Juli 1927. Sosok dan kepemimpinannya memang fenomenal. Ia dikenal lugas, tegas, cerdas, agak keras kepala, penuh kontroversi, dan sangat memikirkan rakyat. Di tangannya, Jakarta menjelma jadi kota modern. Bang Ali pergi untuk selamanya dengan meninggalkan banyak kesan dan kenangan. Salah satu Jakarta yang modern.


Soerasti Karma Trimurti kelahiran Solo, 11 Mei 1912, ini dimakamkan di TMP Kalibata, Jakarta Selatan. Ia dikenal pemberani. Dan, karena keberaniannya pula ia dua kali dijebloskan ke bui Bulu, Semarang, pada 1936 dan 1939. Pemerintahan Kolonial Belanda tidak senang dengan gerakan perlawanan antipenjajahan yang terus dibangun S.K. Trimurti.
Trimurti menikah dengan Sayuti Melik, pengetik naskah proklamasi, 19 Juli 1938. Kedua insan bahu membahu dalam mengusung semangat perjuangan. Anak mereka, Moesafir Karma Boediman dan Heru Baskoro, lahir di dalam penjara Belanda yang kumuh dan sempit.

Semoga perjuangan mereka selalu menginspirasikan kita yang muda, semua amalan ibadah mereka diterima disisiNya, dan diampuni segala dosanya. Amiien...

Sunday, 18 May 2008

My Trip to Solo... eh... Sragen

Yihaaa.....! Jalan-jalan.....

Pas denger temen-temen pada mo cabut ke acara resepsi nikahannya temen, langsung aja excited dan ngedaptar buat ikutan. Malam sebelum keberangkatan, saya ma salah seorang temen yang kebetulan juga lagi pengen jalan-jalan buat refreshing ngerencanain bagpacking dalam tanda kutip (later, you'll find out why quotation marked). Rencananya sich, Sragen-Solo-Jogja-Semarang. Planning dadakan dah dibuat, segalanya udah siap kecuali kamera, dan kita berangkat... Hidup jalan-jalan!

Paginya kita berangkat naik bis carter. Dari Semarang jam 08.00 bBwi, nyampe di Gedung Kartini Sargen tempat acara resepsi berlangsung jam setengah 12an. Ato lebih ya...? Aniwei... Kita juga papasan dengan rombongan motor gedhe yang lagi road trip dalam rangka Kebangkitan Nasional.


-Intermezzo- Eh, (ngerasa sok penting) ternyata di antara rombongan itu, ada mobil ambulance yang ngangkut jenazah Alm. Sophan Sophiaan yang meninggal kemaren di Ngawi (yang kita ketahui belakangan).

Yah, Takdir ga dapet ditolak, Malang kota apel, saat kita ma temen2 lagi have fun karena ada temen yang menikah, di tempat lain ada orang-orang baik (dan jahat juga mungkin) yang meninggal. Innalillahi wa inna ilaihi Roji'un. -Intermezzo-

Abis dari Sragen, kita dan rombongan pulang ke Semarang, eits... saya ma temen2 yang dari Solo berhenti di kota tersebut karena pengen wisata jalan-jalan muter-muter haha-hihi.

Detail dilanjut besok-besok.

Tu bi tukinyut.

Friday, 25 April 2008

it's all about me, sadly...

I should remember
the right guy not always stay
someone that I never knew
or someone that I did not expected
or someone who already steal my heart
but I did not notice it
or I never know

until the day come to the end
when the sun who rise
finally set in the west
I'll keep my eyes on you

Together we'll seek the truth
until our different life.. touch each other
two ways of line... finally met on a single mark
then draw itself together... as a single line
'til death do us apart


P.S.: Puisi in ane ketemeuin di antara beberapa kertas sisa jaman dahulu, kebetulan bareng ama block note and bukunya Natsume Soseki's I am A cat punyanya Leli (maap Le, ternyata blom kebaca mpe sekarang). Keknya waktu itu lagi brokenhearted deh.... Dan kemaren menemukan kecengan waktu jalan-jalan. Seorang kecengan iseng buat have fun gila ajah ma temen saya yang atu ini. SEMANGAT Yenk!

Monday, 21 April 2008

Kalo nanya tipe cowok idaman

Kalo digabung, pria idaman niyh
1. Surya Saputra

Dia cowok chubby yang punya good sense of humor. Selain itu, wajahnya ekspresif, tipe wajah yang ekspresinya kek di komik2 Jepang. Beberapa kali ngeliat di tipi pas dia lagi ma sang pacar yang sekarang, kyk cowok tipe penyayang tuh, Care banget ma ceweknya. Kira-kira kalo dia ngga chubby2 banget bisa jadi the prince who riding the white horse, longing for his princess in the tower. Halah...



2. Nicholas Saputra

Pertama liat dia dan jadi naksir adalah pas liat poster (he-eh, bener, emang poster) AADC yang termasyhur itu. Profil wajahnya dari samping perfect. Saya suka liat matanya yang sipit, nyaris segaris (entah ada apa dengan pria mata sipit yang khas itu), paling suka dengan bentuk idungnya yang mancung agak lancip (hah!), trus melengkung sempurna, ke bagian bawah idung dan nyambung ke bentuk bibir yang tipis. Suaranya juga enak didenger, sengau gimana gitu. Plus, kek ada kepribadian unik (yang ngga 'Rangga' lho) darinya yang ngga semua orang punya. Mungkin emang pas banget ya jadi lawan main seorang Dian Sastro yang filsuf abis. Ya Allah, kalo Nico aja segini gantengnya gimana Nabi Yusuf yah? Subhanallah...


3. Fedi Nuril

Eits... Saya bukan penggila AAC the movie lho (tetep lebih suka ma versi novelnya, penyejuk jiwa, bukan berniat menghujat filmnya niyh, dan saya tau ga gampang bikin film, palagi adaptasi novel), tapi dari pertama kali liat di film Mengejar Matahari (selain mantengin Fauzi Baadila yang cowok banget dan Winky yang wajahnya lucu) saya udah ngerasa ngingetin dia yang mirip ma seseorang, tapi ga pernah inget siapa dia sampe sekarang. Ga ada yang bisa dimasukin kategori ganteng dari wajahnya (dan saya bukan penganut aliran tergila-gila kegantengan seseorang). Saya suka aja pas bibirnya ketarik ke samping membentuk senyuman bersama ribuan otot wajahnya yang bikin semakin khas. Walo sang keponakan (yang juga suka Fedi, sejak maen di film Garasi) teteup aja pengen bahas, bahwa matanya tu beda. Dan untuk seorang Fedi, pemikirannya cukup dewasa juga. Dan tetaplah menjadi misteri buat saya, mirip siapakah wajahnya? (jodoh saya dalam mimpikah? Amin)


4. Winky Wiryaw
an

Liat dia cuma keinget satu hal, devilian smile, lengkap dengan devilian horn, perfectly two pairs of tusk and a red tail. Tapi lucyuch (ich...) Kalo saya diberi kesempatan untuk jadi casting director sebuah film, dia adalah sosok yang tepat buat jadi The Devil yang sering menggoda manusia kek yang di film2 kartun ituh...




5. Darius Sinathrya

Nah, ini ketertarikan fisik. Saya suka wajahnya, karena sampe kapanpun saya ngga bakal bisa nggambar wajahnya, padahal wajahnya adalah model yang tepat untuk gambar manga pria ngganteng dalam serial cantik. Oooh...





6. Ringgo Agus Rachman, Raditya Dika

Dua Kata, KUPRET ABIS! (hanya dia dan Tuhan yang tau apa maksudnya ini...)


7. Heath Ledger
Wajahnya ngingetin saya ma adeknya temen yang bentuk mukanya khas, mata yang sipit, wajah mengkotak, bercambang, air muka yang cenderung kek senyum di saat diemnya. Just too bad, dying young.

8. Devon Sawa, Elijah Wood, Brad Renfro, VJ Utt de-el-el
Idola di kala muda.

9. Richard Gere, George Clooney, Kevin Costner, Alex Komang, John Cusack, Pierce Brosnan, Sean Connery, Jhonny Depp, Edward Norton, Jude Law dan bapak2 lainnya yang semakin tua semakin ganteng dan charming (my friend's said once). Halah......


10. Tak lengkap rasanya kalo ada kategori bapak-bapak (baca:oom-oom) tapi ga da kategori anak-anak (baca:brondong) kek Jeremy Sumpter (cast as Peter Pan), Liam Aiken (Cast as Klaus Baudelaire in A series of Unfortunate Events) dan Thomas Sangster (cast in Love Actually), Daniel Radcliffe (cast as.... masa ga kenal?)

P.S.: FYI, those picture was taken from various webpage and other's people photograph. Do not for taken. haha...

Friday, 11 April 2008

Codename: Sanjay Dutt

Teringat sekitar 2 tahun lampau. Di sebuah pojok tempat yang terkenal seantero jagad, saya ma temen lagi duduk-duduk bengong kek orang mehong. Dasarnya emang lagi ga da kerjaan, kita mengintai-intai orang yang lewat sono-sini. Dan kejadian itupun terjadi. Saat ngeliat seseorang yang agak-agak ndhut, rambut model rada jambul di depan, pake kacamata rayban gedhe yang in tahun 80-an, dua kancing paling atas kemeja dibuka, pake jaket, naek motor bebek. Temen saya langsung bilang,"Sanjay Dutt lewat."

Huahahaha.........

Hal-hal kek gini yang bikin saya kangen ngumpul-ngumpul ma temen-temen, baik temen kuliah, temen gaul dan digauli. Ada aja hal-hal yang sebenernya ga penting dibahas, jadi bahan obrolan, ngledek kiri kanan, apapun buat jadi bahan ketawaan. Mungkin kekreatifan dipupuk dari situ kali yee. Pas kita liat sesuatu yang temen ato orang lain ga liat, trus nyambungin ke manaaa gitu dan akhirnya malah bikin ketwa ato nangis bahagia. Pokoknya have fun! Seeing different thing, the other side of the box, or outside the box, and programming our brain to relate it to something else. Ga semua orang bisa melakukannya, bahkan akhirnya bisa ngingetin sesuatu yang bisa menghibur. That's why, stand in comedy itu susah. Bayangin, ngelawan rasa nervous dan demam panggung, dan membuat orang lain terhibur ma kita. Mungkin lebih susah dari nyanyi, how to keep people contacted to us and make them laugh at or with us. Trus, apa hubungannya dengan codename:sanjay dutt? Cuma pengen bilang, dibalik setiap masalah pasti ada hikmah, lhoh... ga nyambung... Maksudnya, coba liat sebuah masalah dari sisi yang lain, kita akan liat sesuatu yang bisa bikin kita nyelesaiin maslah, ato setidaknya, sejenak mengalihkan perhatian buat refresh. Kek saya ngeliat ato ngedengar nama Sanjay Dutt, bisa bikin saya senyum, padahal boro-boro seneng film India...(jijay bajay cutbray sanjay duttay)

That's it.

Thursday, 3 April 2008

Pengen punya rumah.....

Ingatan saya melayang balik ke bertahun-tahun yang lampau (cieee....) pas sering diajak dolan jalan-jalan ma Bapak. Kala itu, pas lebaran, pernah maen ke Jogja, saya lupa di kawasan mana, ke rumah salah seorang sodaranya Bapak, kalo saya mungkin harus memanggilnya Eyang. Rumah itu ga gedhe-gedhe amat. Tapi cozy dan adem, khas berbau pandan (?). Waktu itu saya masih kecil dan ga begitu perhatian. Dengan berbagai kue sederhana khas Jawa, saya juga disuguh es sirup cocopandan yang segar di kala panas. Kalo diinget sekarang, rumah itu berarsitektur jengki. Eh, apaan tuh?

Well, itu salah satu model rumah yang berkembang di Indonesia antara tahun 70-an or 80-an. Model rumah yang biasanya terdapat jajaran jendela panjang, dengan angin-angin yang didominasi bentuk garis-garis, kotak ato bulat-bulat yang berjajar, ada kelebihan tembok yang sengaja dibuat miring ato lurus, kadang depan ada teras mungil ato beranda, terdapat kursi anyaman rotan dengan sandaran tinggi satu set dengan meja, atap pelana yang bikin ada bagian dinding rumah jadi keliatan lebar. Rata-rata lantainya diubin (jaman itu ga populer pake keramik kalee) dan tembok di cat dengan warna kalem seperti putih dan gradasinya ato warna-warna muda.

Pas kita masuk, di dalam jadi terasa sejuk dan luas karena dindingnya biasanya tinggi. Nah, satu lagi yang khas, pintunya biasanya dari kayu krepyak model kek gebyok, ato kayu jati dicat coklat. Jendela model bukaan kaca dan kusen dari kayu ato alumunium, lebar ato rendah. Segalanya didominasi garis ato bulat. Kalo jaman dulu ato sekarang sering liat filemnya DonoKasinoIndro yang jaman dulu, rata-rata setting rumah ato kostnya masih pake rumah jengki ini.


Katanya (karena saya bukan orang arsitek dan ga ngarti sejarah arsitek), aristektur rumah jengki adalah sebuah usaha untuk meninggalkan arsitektur kolonial menjadi lebih modern, biasanya menerapkan beberapa gaya dan meninggalkan kesimetrisan ato stereotip pintu, jendela dan elemen-elemen rumah lainnya. Mungkin semacam "pemberontakan" arsitek dari gaya yang banyak terdapat di jaman itu dan pengen bikin khasnya gaya Indonesia. Who knows?
Ingatan saya yang kuat tentang suasana rumah model jengki itulah yang bikin saya pengen punya rumah seperti itu juga suatu saat nanti. Rumah yang bikin betah, dengan segala perabotnya yang minimalis dan praktis, dan ga ribet diurus. Tapi kapan ya?

P.S.: tu foto dari http://arch_nov.blogs.friendster.com/ lhoh, maap, foto saya ilang, huehehehe...