Jika diliat-liat lagi, posting di blog ini lebih update-an twiter-nya daripada postingan artikel hehe... Hal ini karena rasanya lebih praktis untuk menulis status atau info baru yang saya dapet dari internet. Tapi efeknya, saya jadi males belajar nulis yang lebih terstruktur dan informatif. Padahal tujuan saya ngeblog adalah belajar nulis dan berpendapat yang baik.
Rasanya, bloging juga sudah tidak sepopuler dulu. Orang sekarang lebih memanfaatkan facebook yang rasanya udah kek one stop shopping. Mo curhat bisa (pake Notes-nya, yang berasa ngeblog), silaturahmi sama temen lama ato sodara jauh oke, bahkan bisa buat sarana menyampaikan aspirasi (masih inget kasus Prita dan Bibit-Chandra?). Kemajuan teknologi ini memang semakin mendukung kita dalam beraktivitas, bahkan mungkin dalam 24 jam kita hidup sehari-hari, ada yang lebih banyak dihabiskan di dunia maya.
Pointnya adalah, saya lagi berjuang mengatasi kemalasan saya menulis. Setidaknya, karena sekarang ada fasilitas internet yang bisa online setiap hari, saya mo beljar ngeblog lagi ah. Lha teerus, kerjanya kapan???
Showing posts with label in my opinion.... Show all posts
Showing posts with label in my opinion.... Show all posts
Wednesday, 14 April 2010
Saturday, 28 November 2009
My analogy verse 1
Nonton serial sinetron tidak bermutu di tivi-tivi dengan sekuel yang tak habis-habisnya (sekarang mereka menggantinya dengan season, which is dalam benak saya yang kebayang adalah seharusnya mereka ngga usah pake kata season, musim lebih baik selain lebih meng-Indonesia juga lebih masuk dengan maksud musim-duren-yang-selalu-berulang-dan tak-habis-habisnya-yang-mana-saya-ga-suka) adalah sama dengan ditujah pake pisau tumpul, berdarah dan pisau tumpul itu masih diseret menimbulkan luka yang panjang....
Tidak sehat untuk mata dan jiwa.
Tidak sehat untuk mata dan jiwa.
Wednesday, 3 June 2009
perasaan itu ga da.....
Setelah sekian lama berusaha menyingkirkan onak dan duri yang menghalangi perjalanan menuju tujuan.... (hmmm.... terlalu berlebihan rasanya....), akhirnya tujuan itu tercapai. Besok Juli (harus) wisuda. Sebulan yang lalu siyh rasanya excited banget... Tapi sekarang kok kek ga ngefek apa-apa... Tepat sesudah selesai, harusnya kerasa plong, lega, senang, hepi... Tapi ini ga... Saya emotionless... Entah ada yang salah ato gimana ya....? Ato mungkin itu semua karena masih ada banyak hal yang harus saya lalukan setelah itu. Ga da kata santai... Dan setiap kali temen yang satu itu curhat dengan masalahnya, stress saya naik satu level. Bah!
wajah saya sesudah 'itu', perhatikan idung saya yang ngembang itu...
copyright by Febrian (thanks mate!)
Tapi yang pasti, abis ini jadi jobless. Ga da kerjaan. Kemaren siyh, Nyokap dah menelepon dan meminta pulang. Saya akan pulang, tapi untuk sementara aja. Ga da bayangan bakal kerja di Malang, ato Surabaya, ato Jakarta. Saya pengennya kerja di tempat dimana saya bisa mendapat ketenangan batin. Ga bisa dapet kek gitu di kota besar, hiruk pikuk, banyak urusan, banyak pikiran yang bikin stress. Bukannya ga mau susah siyh... Kalo susah tapi saya tetep bisa enjoy gapapa, tapi kalo susah dan bikin depresi... Saya sign off ajalah...
Pengennya, saya bisa bekerja dan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat, buat diri sendiri dan orang lain. Pengen juga kerja di perusahaan yang lebih banyak kerja outdoor, ga mengharuskan hal-hal yang terlalu resmi, itu keknya membutuhkan lebih banyak kerja kreatif... yang mana saya ga begitu banget kreatif... Sebenarnya apa yang perlu adalah, saya bisa enjoy dengan pekerjaan. Seribet apapun, seberat apapun dan senjelimet apapun, kita tetep bisa have fun. Karena dengan pekerjaan itu saya juga bisa refreshing. Dengan nulis semua itu, kesannya saya terlalu banyak mengeluh. Well, all of that is actually ideal life in my mind... Something ideal in mind is not always ideal in life. Satu hal yang pasti, dalam waktu dekat, saya lagi ga pengen jadi pegawe negeri... Sounds boring for me. Dan Nyokap juga bilang, kalo dah dapet satu tawaran pekerjaan, cobalah untuk menerimanya dulu, mungkin itu adalah satu batu loncatan menuju THE DREAM JOB, you never know what God's plan for you. Sekalinya kamu menolak apa yang ditawarkan, mungkin akan sulit datang tawaran yang selanjutnya. Dan setiap kesempatan, tidak pernah sama. Betul juga ya.... Kalo ga mau, ya jangan melangkahkan kaki ke sana dong pada awalnya...
wajah saya sesudah 'itu', perhatikan idung saya yang ngembang itu...copyright by Febrian (thanks mate!)
Tapi yang pasti, abis ini jadi jobless. Ga da kerjaan. Kemaren siyh, Nyokap dah menelepon dan meminta pulang. Saya akan pulang, tapi untuk sementara aja. Ga da bayangan bakal kerja di Malang, ato Surabaya, ato Jakarta. Saya pengennya kerja di tempat dimana saya bisa mendapat ketenangan batin. Ga bisa dapet kek gitu di kota besar, hiruk pikuk, banyak urusan, banyak pikiran yang bikin stress. Bukannya ga mau susah siyh... Kalo susah tapi saya tetep bisa enjoy gapapa, tapi kalo susah dan bikin depresi... Saya sign off ajalah...
Pengennya, saya bisa bekerja dan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat, buat diri sendiri dan orang lain. Pengen juga kerja di perusahaan yang lebih banyak kerja outdoor, ga mengharuskan hal-hal yang terlalu resmi, itu keknya membutuhkan lebih banyak kerja kreatif... yang mana saya ga begitu banget kreatif... Sebenarnya apa yang perlu adalah, saya bisa enjoy dengan pekerjaan. Seribet apapun, seberat apapun dan senjelimet apapun, kita tetep bisa have fun. Karena dengan pekerjaan itu saya juga bisa refreshing. Dengan nulis semua itu, kesannya saya terlalu banyak mengeluh. Well, all of that is actually ideal life in my mind... Something ideal in mind is not always ideal in life. Satu hal yang pasti, dalam waktu dekat, saya lagi ga pengen jadi pegawe negeri... Sounds boring for me. Dan Nyokap juga bilang, kalo dah dapet satu tawaran pekerjaan, cobalah untuk menerimanya dulu, mungkin itu adalah satu batu loncatan menuju THE DREAM JOB, you never know what God's plan for you. Sekalinya kamu menolak apa yang ditawarkan, mungkin akan sulit datang tawaran yang selanjutnya. Dan setiap kesempatan, tidak pernah sama. Betul juga ya.... Kalo ga mau, ya jangan melangkahkan kaki ke sana dong pada awalnya...
Tuesday, 10 March 2009
Long time no see.....
Life is full of surprise.....
Like last night. I woke up because I had to go to release my passion (in peeing, don't think anything negatif) and then the voice that struck in my head is, my aunt has passed away. I forget my actual purpose of waking up last night, and see all people planning what should do.
I went back to sleep (after I finished my desire, ogh!), but I couldn't. My mind keep on working and I started to worry, what if I got bad news like that, could I be as tough as right now....?
But life is a journey which has beginning and ending. Some people say, we only stop to eat and drink, and being prepared for another longer journey. Let's say, someone who passed away means he/she had his/her ticket to travel, after long tiring queue in front of the locket. You only can buy one way ticket, so if anything was left behind, you can't go back and take it.
So prepare ourselves better and see what might come as obstacles or gift in the world. What you have packed on your bag decide the end of your journey. Remembered as good or bad people. Leaving a legacy that will remain, and what will happen to you, no one knows, except Him.
Like last night. I woke up because I had to go to release my passion (in peeing, don't think anything negatif) and then the voice that struck in my head is, my aunt has passed away. I forget my actual purpose of waking up last night, and see all people planning what should do.
I went back to sleep (after I finished my desire, ogh!), but I couldn't. My mind keep on working and I started to worry, what if I got bad news like that, could I be as tough as right now....?
But life is a journey which has beginning and ending. Some people say, we only stop to eat and drink, and being prepared for another longer journey. Let's say, someone who passed away means he/she had his/her ticket to travel, after long tiring queue in front of the locket. You only can buy one way ticket, so if anything was left behind, you can't go back and take it.
So prepare ourselves better and see what might come as obstacles or gift in the world. What you have packed on your bag decide the end of your journey. Remembered as good or bad people. Leaving a legacy that will remain, and what will happen to you, no one knows, except Him.
Thursday, 5 February 2009
What if you meet someone on your way whose forehead is written "USELESS" and you get the impact of his/her uselessness?
Panjang banget ya title-nya. Spanjang hidup saya yang menikmati kegiatan organisasi, banyak banget saya nemuin that useless guy. SMA adalah masa saya aktif di conversation club, yang notabene salah satu ekskul teraktif di sekolah. Punya program sepanjang tahun yang ga bisa ditawar. Masuk organisasi ini ga berat. Dan jujur, banyak orang yang bergabung, tapi akhirnya yang aktif sampe akhir cuma dikit. Katanya, ga tahan ma pembinanya yang katanya galak. Bapak itu namanya (Alm) Setiyadi. Kita yang jadi leader (semacam pengurus inti) sering manggil beliau Bapak. Beliau sebenernya siyh ga galak, tapi tujuan hidup beliau yang mulia itu ga bisa diikuti ma banyak orang. Nah, kadang, kerja kepanitiaan yang ribet itu jadi sedikit lebih berat karena Bapak tu perfeksionis. Tapi tetep ada fun-nya kok. Yang exist dengan kegiatan itu jadi dikit, dan ketemu ma useless guy itu tadi, ga cuma atu, banyak.
Pernah ni ada kegiatan yang tingkatnya se-provinsi, tapi panitia yang aktif dikit banget. Jadilah kita jungkir balik, dari mulai nyari dana, ngabisin duit, ndekor, ngelobi kiri kanan, dikritik, dimarahin oleh banyak orang dengan sasaran sedikit orang itu tadi. Di atas kertas, panitia ada 20-30an. Yang kerja dan nongol rapat, 5 orang. Pfiuh....!
Mengingat itu jadi bikin emosi. Tapi setelah semuanya selesai, biasanya kita makan siang (ato sore) bareng di Lab Bahasa, sambil santai. Biasanya pas acara kek gitu di akhiri dengan gerimis ato ujan yang bikin kita adem setelah banyaknya emosi yang meningkat beberapa bulan ato minggu terakhir. Bapak ngasi kritik, jarang sekali keknya beliau ngasi pujian, well, itu ga penting. Tapi proses pendewasaanya ada. Kita ga pernah dianggap sebagai anak kecil oleh Bapak. Beliau juga sering berbagi pengalamannya (yang kebanyakan juga tentang lobbying) dan bikin kita tambah ngerti dengan birokrasi. Pemahaman itu jadi memudahkan kita kalo bikin proposal, karena jadinya kita di'gampang'kan prosedurnya.
Inget Bapak, saya jadi kangen. Yang bikin saya sedikit menyesal, ga bisa dateng waktu pemakamannya. Dan kegiatan bareng temen-temen former leader juga jadi berkurang (biasanya kalo lebaran kita ngumpul dan ke rumah Bapak). Lebih lagi, club itu sekarang ga da di sekolah. Something happened when I have graduated and that's pity. Yang ada kita jadinya nostalgila ma temen-temen yang dulu emang aktif. Miss that moment Guys.
Dan sekarang kalo saya ketemu that useless guys, jadi emosi. Bete. Murung. Melankolis, halah! Tapi hikmah dibalik itu semua adalah, saya jadi bisa belajar sabar. Akhirnya, bisa ketawa belakangan. Ketawa apaan? Ya... ngetawain tu useless guys. In the end, we'll see.....
P.S.: This post dedicated to all ECC former Leader, and Bapak Alm. Setiyadi. Miss y'all guys...
Pernah ni ada kegiatan yang tingkatnya se-provinsi, tapi panitia yang aktif dikit banget. Jadilah kita jungkir balik, dari mulai nyari dana, ngabisin duit, ndekor, ngelobi kiri kanan, dikritik, dimarahin oleh banyak orang dengan sasaran sedikit orang itu tadi. Di atas kertas, panitia ada 20-30an. Yang kerja dan nongol rapat, 5 orang. Pfiuh....!
Mengingat itu jadi bikin emosi. Tapi setelah semuanya selesai, biasanya kita makan siang (ato sore) bareng di Lab Bahasa, sambil santai. Biasanya pas acara kek gitu di akhiri dengan gerimis ato ujan yang bikin kita adem setelah banyaknya emosi yang meningkat beberapa bulan ato minggu terakhir. Bapak ngasi kritik, jarang sekali keknya beliau ngasi pujian, well, itu ga penting. Tapi proses pendewasaanya ada. Kita ga pernah dianggap sebagai anak kecil oleh Bapak. Beliau juga sering berbagi pengalamannya (yang kebanyakan juga tentang lobbying) dan bikin kita tambah ngerti dengan birokrasi. Pemahaman itu jadi memudahkan kita kalo bikin proposal, karena jadinya kita di'gampang'kan prosedurnya.
Inget Bapak, saya jadi kangen. Yang bikin saya sedikit menyesal, ga bisa dateng waktu pemakamannya. Dan kegiatan bareng temen-temen former leader juga jadi berkurang (biasanya kalo lebaran kita ngumpul dan ke rumah Bapak). Lebih lagi, club itu sekarang ga da di sekolah. Something happened when I have graduated and that's pity. Yang ada kita jadinya nostalgila ma temen-temen yang dulu emang aktif. Miss that moment Guys.
Dan sekarang kalo saya ketemu that useless guys, jadi emosi. Bete. Murung. Melankolis, halah! Tapi hikmah dibalik itu semua adalah, saya jadi bisa belajar sabar. Akhirnya, bisa ketawa belakangan. Ketawa apaan? Ya... ngetawain tu useless guys. In the end, we'll see.....
P.S.: This post dedicated to all ECC former Leader, and Bapak Alm. Setiyadi. Miss y'all guys...
Wednesday, 21 January 2009
Good Luck Mr. Obama.....
Diantara emosi (pengen marah ma PLN karena ngadain giliran pemadaman di saat yang ga tepat, sangat-sangat ga tepat) dan ngantuk, semalem akhirnya saya gagal nonton acara pelantikan mantan orang Menteng itu. Yang saya geli semenjak Obama akhirnya resmi terpilih menjadi Presiden Amrik, banyak orang yang berekspektasi terlalu tinggi terhadap perubahan yang akan dibawa oleh Beliau dapat terasa dampaknya banget-banget di Indonesia. Hmm... oke, dia pernah tinggal di Indonesia semasa kecil. Trus...? What's the deal? Toh dia memimpin Amerika, ga jadi gubernur Menteng. Toh dia punya banyak tugas lain yang juga penting, ngurus negaranya sendiri yang juga berantakan karena krisis (like the rest of the country in this world), berantakan karena diberantakin Mr Bush.... dan lain-lain. Jangan berharap terlalu tinggi deh, ntar kalo jatuh sakit. Kita benahi sendiri aja apa yang kita punya, kalo Amrik mo bantu ya syukur, kalo ngga, kita ga kecewa terlalu dalem karen udah berharap terlalu tinggi sebelumnya...
Saya rasa, Obama akan membawa banyak perubahan terhadap wajah Amerika yang selama ini nampak jelek. Terutama sejak invasi Irak yang akhirnya (gosipnya nich) ga mengarah kemana-mana alias cuma mementingkan gengsinya AS. So far, itulah yang diharapkan banyak orang di seluruh dunia. Seseorang yang ngga buta mata dan telinga, mau mendengar keluh kesah disekelilingnya, ga cuma mengedepankan emosi dan dendam doang.
Well, biarkan Mr. Obama istirahat dulu hari ini setelah semua acara yang dia ikuti seharian. Let's see what tomorrow could bring.
Wednesday, 3 December 2008
Hari AIDS, kemaren
Hidup penuh dengan resiko. Tapi apakah kita sengaja mencari-cari resiko itu? Atau resiko itu datang tanpa kita duga?
Tapi kalo resiko AIDS? Jangan cari2 dech. Inget apa yang bisa bikin kita tertular, HINDARI! Dan sebuah kepedulian terhadap para ODHa, ga akan menyakiti siapa-siapa kan..... Kita juga ga bakal ketularan kok... Asal ga melanggar batasannya ajah....
Tapi kalo resiko AIDS? Jangan cari2 dech. Inget apa yang bisa bikin kita tertular, HINDARI! Dan sebuah kepedulian terhadap para ODHa, ga akan menyakiti siapa-siapa kan..... Kita juga ga bakal ketularan kok... Asal ga melanggar batasannya ajah.... Friday, 31 October 2008
Gara-gara nonton CSI di tivi kabel
Pernah dengar kata forensik dong...? Itu tuh, pekerjaan polisi buat mengolah tkp, ngambil sidik jari, jejak kaki, mengais-ais (halah istilahnya) sampah buat nyari barang bukti...Eniwei, saya mo cerita, minggu lalu pas lagi nginep di rumah Oom (kenapa nulisnya harus pake 2 o gitu), yang da tivi kabelnya, iseng-iseng nonton CSI. Crime Scene Investigation. Sehari bisa ditayangin 3 sekaligus. CSI, CSI NewYork ma CSI Miami. Aslinya di sono (baca: Amrik) memang ada, it is called forensic.
Menakjubkan, betapa mereka bisa menemukan apa yang terjadi sebelumnya, menebak siapa pelakunya, bagaimana suatu senjata dipake dan menemukan serpihan-serpihannya, bahkan dari serpihan yang cuma beberapa cm itu bisa menghasilkan petunjuk. Ada sekolahnya, umm, maksudnya kita bisa mempelajari itu semua dan jadi kriminologis. Dan dasar dari itu semua keknya adalah psikologi, gimana dari sebuah bukti, kita bisa mencari motifnya, kenapa kek gini dan kenapa kek gitu. Dasar saintifiknya adalah, dimana ada sebab, pasti menghasilkan akibat. Fisika abiss.
CSI adalah bukti dari peribahasa "sebaik apapun ikan busuk disimpan, pasti akan kecium juga, sepandai-pandainya tupai meloncat, pasti akan capek juga," yah peribahasa semacam itulah. Kontradiktif banget ma film Mr Brook (Kevin Costner). Di film itu, semua barang bukti yang dipake ma pembunuh di BAKAR! CSI juga membuktikan kecerdasan seorang Sherlock Holmes (Sherlock=1 tim CSI, betapa hebat! Eh, tapi Sherlock kan hanya fiktif.... Begitu juga dengan CSI bukan?) .
Mata yang cermat dapat menemukan bukti kejahatan dan efek yang ditimbulkan setelah perkara terjadi. Keren! Pengen juga punya pekerjaan seperti itu. Tapi harus siap2 sering liat mayat, darah, sperma (whew! slurpee) dan hal-hal menjijikkan lainnya. Seseorang yang tergabung dalam tim CSI sepertinya harus punya insting yang kuat, kemampuan baik fisik maupun mental dan kecerdasan. Satu tim terdiri dari seorang dokter (buat otopsi tentunya), ahli IT, peneliti kimia, ahli balistik, deelel....
Jadi, jika ada seseorang yang masuk ke dalam ruangan, kita bisa tau,"Wach ni orang pasti abis kecipratan air di jalan. Mobil yang lewat dengan kecepatan 70... bukan 75 km/jam dan melewati genangan air setinggi 10,5 cm. Air dicipratin dari putaran ban, mengenainya dengan sudut 36,4 derajat. Airnya pasti buthek banget tuh... Diliat dari wajahnya, umur sekitar 25an, jomblo, keliatan bajunya kusut, pasti juga ga keurus. Tingginya 175cm, pasti dulu atlet Voli, ga mungkin kalo atlet basket, soalnya biasanya atlet basket tuh ga jelek....., bla bla bla...."
Penting ga sich?
Tuesday, 21 October 2008
Recently......
Ada ungkapan,"Sebelum kau nak lia' filem Laskar Pelangi, sebaiknya kau baca dulu lah bukunya... Macem mana tu..."
Ungkapan itu adalah benar adanya. Saya udah baca bukunya berbulan-bulan yang lalu. Bukunya Recomended abiss... Inspiring... Apapun yang orang bilang itu benar adanya. Tapi dari 3 buku dari Tetralogi itu yang paling bagus ternyata Edensor. Cerita Ikal dan Arai yang berjuang kuliah di Eropa sana, sambil backpacking keliling Eropa dan Afrika (Oh... negara eksotis) sampai akhirnya Ikal menemukan kota yang selama ini hanya ada dalam impiannya, Edensor.
Semua itu berawal dari mimpi. Mimpi seorang anak desa, yang kondisi lingkungannya mungkin tidak terbayang oleh kita. Mimpi di tengah sekolah yang menyambi jadi tempat bobo' kambing itu menjelma menjadi kenyataan, bahkan yang lebih hebat lagi, menjadi sebuah cerita yang seakan fiksi, dibuat menjadi film dan menginspirasi semua orang. Singkatnya, mimpi satu anak yang jadi inspirasi semua orang yang mengetahuinya. Awesome!
Haha... setelah berhasil nonton filmnya, saya salut dengan Andrea Hirata sang Penulis, Riri Riza sang sutradara, dan semua orang yang terlibat dalam film ituh. Diawali ekspektasi, biasanya film yang dibikin dari novel tuh ga acik, dalam kenyataannya ga juga. Filemnya oke, mengharukan sekaligus penuh humor.....
Saya berani taruhan (walopun judi itu haram) film ini pasti mendapat penghargaan.
Yang ga asyik adalah saya nonton bareng anak-anak kecil yang ketawa ga pada waktunya dan ribut sendiri nyari mak-bapaknya. Ckkk....ckk....ckk....



P.S.: Ungkapan di atas tu ungkapan saya sendiri lho....
Ungkapan itu adalah benar adanya. Saya udah baca bukunya berbulan-bulan yang lalu. Bukunya Recomended abiss... Inspiring... Apapun yang orang bilang itu benar adanya. Tapi dari 3 buku dari Tetralogi itu yang paling bagus ternyata Edensor. Cerita Ikal dan Arai yang berjuang kuliah di Eropa sana, sambil backpacking keliling Eropa dan Afrika (Oh... negara eksotis) sampai akhirnya Ikal menemukan kota yang selama ini hanya ada dalam impiannya, Edensor.
Semua itu berawal dari mimpi. Mimpi seorang anak desa, yang kondisi lingkungannya mungkin tidak terbayang oleh kita. Mimpi di tengah sekolah yang menyambi jadi tempat bobo' kambing itu menjelma menjadi kenyataan, bahkan yang lebih hebat lagi, menjadi sebuah cerita yang seakan fiksi, dibuat menjadi film dan menginspirasi semua orang. Singkatnya, mimpi satu anak yang jadi inspirasi semua orang yang mengetahuinya. Awesome!
Haha... setelah berhasil nonton filmnya, saya salut dengan Andrea Hirata sang Penulis, Riri Riza sang sutradara, dan semua orang yang terlibat dalam film ituh. Diawali ekspektasi, biasanya film yang dibikin dari novel tuh ga acik, dalam kenyataannya ga juga. Filemnya oke, mengharukan sekaligus penuh humor.....
Saya berani taruhan (walopun judi itu haram) film ini pasti mendapat penghargaan.
Yang ga asyik adalah saya nonton bareng anak-anak kecil yang ketawa ga pada waktunya dan ribut sendiri nyari mak-bapaknya. Ckkk....ckk....ckk....



P.S.: Ungkapan di atas tu ungkapan saya sendiri lho....
Friday, 17 October 2008
Masich Calegh jugah....
For everybody who's going to vote next 2009, check out this add....
Well, ide bagus juga kampanye lewat website, ato blog. Mungkin bisa menaikkan kepopuleran karena setau saya, kita susah ngenalin para caleg itu. Apalagi kalo kita ga kenal. Mana bisa tau apakah kualitasnya bagus ato ga. Kebetulan salah seorang sodara ikutan nyalon. Jadi saya tau kualitasnya. But the rest...? Dunno... Sayangnya saya ga ikut nyoblos di Dapil tempat dia nyalon... hehehe... pemegang KTP luar kota siyh....
Met bulan oktober smwa....
P.S.: Temen saya yang kemeren saya ceritain koma, udah sadar! Horeee... Alhamdulillah.... Dia dah bisa nulis, blom bisa ngomong karena masih dipasangi selang. Mungkin pas saya lagi nulis blog ini, selangnya udah dicabut. Dia juga dah bisa nggosip tuh.... Senangnya...
Eniwei, I'm on my way watching Laskar Pelangi. Doakeun saya bisa nonton hari ini...
Yosh!
Well, ide bagus juga kampanye lewat website, ato blog. Mungkin bisa menaikkan kepopuleran karena setau saya, kita susah ngenalin para caleg itu. Apalagi kalo kita ga kenal. Mana bisa tau apakah kualitasnya bagus ato ga. Kebetulan salah seorang sodara ikutan nyalon. Jadi saya tau kualitasnya. But the rest...? Dunno... Sayangnya saya ga ikut nyoblos di Dapil tempat dia nyalon... hehehe... pemegang KTP luar kota siyh....
Met bulan oktober smwa....
P.S.: Temen saya yang kemeren saya ceritain koma, udah sadar! Horeee... Alhamdulillah.... Dia dah bisa nulis, blom bisa ngomong karena masih dipasangi selang. Mungkin pas saya lagi nulis blog ini, selangnya udah dicabut. Dia juga dah bisa nggosip tuh.... Senangnya...
Eniwei, I'm on my way watching Laskar Pelangi. Doakeun saya bisa nonton hari ini...
Yosh!
Tuesday, 9 September 2008
Fasting... fasting.... Fasten your Belt (?)

Just wanna say, might be late... but it's important
Met Puasa semwaaa..... Semoga amal ibadah kita di bulan Ramadhan ini mengalami peningkatan, mendapat ridho Allah SWT dan bisa ketemu ibadah puasa tahun depan. Banyak lho orang yang ngga berhasil ketemu dengan bulan puasa selanjutnya. Ada yang bisa ketemu tapi ga bisa menjalankan ibadah dengan maksimal karena sakit, ato ga puasa, dan laen2.
Ahhh.... Yang saya rasa, puasa kali ini lebih khusuk dari tahun kemaren. Ada banyak hal yang bikin tambah semangat belajar agama, belajar sabar. Salah satunya karena abis beli Quran terjemah, jadinya semangat baca terjemah, walo bahasanya rada ribet (harusnya beli buku tafsir juga, tapi apa daya, semua buku itu ada di rumah) tapi seengga-engganya saya jadi tau apa yang diceritakan di jaman Nabi Musa a.s. Semoga bulan puasa kali ini membawa kemenangan buat kita, dan membawakan kita berkah dan hikmah yang berharga.
Oh ya... satu masalah, sebenarnya, maaf-maafan sebelum bulan puasa tu aturannya gimana siyh? Kata orang, dasarnya dari Hadist yang mana Malaikat Jibril berdoa dan diamini ma Rasulullah SAW. Begini ceritanya.
“Sesungguhnya Nabi s.a.w. telah naik ke mimbar dan berkata : Amin, Amin, Amin. Seorang bertanya kepada Baginda : Ya Rasulullah, Apa yang engkau lakukan ini? Baginda menjawab : Telah berkata Jibril kepadaku : Hambanya yang sombong, sempat bersama ibu-bapanya atau salah seorang darinya, tidak akan masuk syurga (kerana kesombongan terhadap mereka), Aku berkata : Amin, kemudian berkata malaikat: hambanya yang sombong apabila masuk Ramadhan tidak akan diampun dosanya (oleh Allah), Maka Aku berkata : Amin. Kemudian malaikat berkata : Seseorang yang sombong dimana nama engkau (Nabi s.a.w.) disebut kepadanya akan tetapi dia tidak berselawat kepada engkau, maka aku berkata : Amin.” [Hadith Riwayat al-Bukhari didalam Adabul Mufrad. Syiekh al-Albani menilai hadith ini sebagai Hasan Sahih (Sahih Adabul Mufrad LiImam Bukhari, #503/646)].
Celakanya, ternyata hadits yang ini ngga shahih sodara-sodara, yang bener:
Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam naik ke atas mimbar kemudian berkata, “Amin, amin, amin”.
Para sahabat bertanya.”Kenapa engkau berkata amin, amin, amin, wahai Rasulullah?” Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Telah datang malaikat Jibril dan ia berkata : ‘Celaka seseorang yang masuk bulan Ramadhan tetapi keluar dari bulan Ramadhan tidak diampuni dosanya oleh Allah dan katakanlah amin!’, maka aku berkata : ‘Amin’.
Kemudian Jibril berkata lagi. ‘Celaka seseorang yang mendapatkan kedua orang tuanya atau salah seorang dari keduanya masih hidup tetapi itu tidak memasukkan dia ke syurga dan katakanlah amin!’ maka kukatakan, ‘Amin’ “.
Kemudian Jibril berkata lagi.’Hai Muhammad celaka seseorang yang jika disebut nama engkau namun dia tidak bershalawat kepadamu dan katakanlah amin!’ maka kukatakan, ‘Amin’.” (Dikeluarkan oleh Imam al-Bukhari di dalam Adab al-Mufrad dan dinilai Sahih Lighairihi oleh al-Albani di dalam Sahih Adab al-Mufrad – no: 644).
Padahal orang serumah dah pada ngirim sms semacam ni ke banyak orang. well, kita emang harus lebih banayak belajar lagi. Belum tentu apa yang kita dapet dari Radio, TV, Koran, SMS dan lain-lain itu bener, palagi ternyata bid'ah, kan repot. Niat kita menjalankan ibadah, jadinya malah melakukan sesuatu yang ngga ada tuntunannya. But, eniwei, gapapa dunk kalo kita minta maaf. Minta maaf kan ga harus nunggu puasa ato lebaran. Malah sebaiknya setiap hari, karena manusia tuh ga luput dari dosa dan salah, terutama postingan saya di blog ini. Maaph ya....

Photo by Candhika et. al. pas terakhir kita jalan-jalan ke Masjid Agung Semarang.
Tuesday, 19 August 2008
24th plus 3hr, 63th plus 2hr

Halah, kode apaan tuh...?
Ga perlu mikir pusing2, ga keluar di ujian kok... Ups.
dr www.hinamagazine.com
Eniwei.... 2 hari yang lalu, kita (yang merasa) sebagai bangsa Indonesia memperingati Dirgahayu Republik Indonesia yang ke 63. Ada banyak cara yang dilakukan oleh masyarakat sebagai bentuk apresiasi bersyukur atas kemerdekaan yang selama ini telah dirasakan. Walo demikian, banyak juga yang apatis, keknya ga da kemajuan yang berarti yang bisa kita rasakan. Hidup makin susah, kebelit hutang, gali lobang tutup lobang tiap hari, segala harga pelan merangkak naik. Bahkan beberapa temen sempat bilang ma saya, masih lebih enak jaman orde baru dulu, despite korupsinya lho....
Yah, manusia emang ga pernah puas. Saat berada dalam kondisi terbaiknya pun masih mengeluh. Tapi manusia yang cepet puas adalah manusia celaka, dia pasti ga maju-maju, ya kek saya ini, o'on bloon ga nambah pinter. Yang beruntung adalah orang yang selalu bersyukur. Ortu saya contohnya. Dalam kesehariannya yang bersahaja (taelah istilahnya), mereka tetap bersyukur, diberi kesempatan bangun pagi menghirup udara segar, pikiran positif (mereka pernah ngerasain jadi pengungsi waktu jaman dulu, apalagi Ibu yang anak tentara, pernah harus naik turun gunung, menyeberang sungai dan bangun diliputi suasana tembak2an dar der dor, ini hiperbolisnya saya tentunya, tapi bagian ngungsinya emang bener), masih bisa bersujud syukur menyembah Sang Pemberi Nafas.
Ehm.... Hari ni ngga niat nulis. Sebenernya lagi nyari jurnal tentang interpolasi titik. Nyang bikin adem adalah sambil ngenet denger lagunya ERK, enak-enak lho... Tapi ada lagi yang lebih enak, ngedengerin lagu perjuangan.... hakghakghak..... Contohnya ni (slah satu lagu perjuangan favorit)
Tanah Airku
Cipt. Ibu Sud
Tanah airku tidak kulupakan
Kan terkenang selama hidupku
Biarpun saya pergi jauh
Tidak kan hilang dari kalbu
Tanah ku yang kucintai
Engkau kuhargai
Walaupun banyak negri kujalani
Yang masyhur permai dikata orang
Tetapi kampung dan rumahku
Di sanalah kurasa senang
Tanahku tak kulupakan
Engkau kubanggakan

Happy Birthday Dude......! May all your wish come true. That's the meaning of 24th plus 3hr
Sunday, 10 August 2008
Happy Birthday Dad....

Hari ni adalah hari bersejarah buat Bapak, hai Pak... (kalo baca ni posting).
Bapak tetep tegar ya.... Walo dalam 2 tahun ni dah banyak kehilangan adek2, Bapak jangan patah semangat, palagi punya anak ndhableg kek saya. Semoga Bapak selalu dilimpahi kesehatan, kekuatan untuk beribadah, semangat hidup dan segala apa yang Bapak panjatkan dalam tiap do'a selalu didengar dan (yang paling penting) dikabulkan Allah SWT. Amien.....
Well, anyway, hari ini adalah hari dimana toko bangunan untung besar, karena orang sekampung (dan kampung-kampung lainnya) mulai mengecat apapun yang bisa dicat di jalan sepanjang pemukiman. Yups, yujuh hari lagi Indonesia ultah. Tapi keknya, keramaian tinggal kemeriahan. Kalo orang apatis bilang, jaman sekarang ga da bedanya ma jaman penjajahan. Apa-apa mahal, mo maka yang enak dikit ga bisa. Cuman bedanya dulu intaian maut di tangan bedil penjajah, kalo sekarang di perut kelaparan dan clurit tetangga yang dendam, Masya Allah.
Anyway lagi, 6 hari menuju tambah tua setahun. Ga da perkembangan... Ckk... ckk... ckk...
Thursday, 13 December 2007
Alicia Keys and John Mayer
Edited guys.... Thanks to you who already give a comment, mate....
==============================================================
If I Ain't Got You
by Alicia Keys
Some people live for the fortune
Some people live just for the fame
Some people live for the power, yeah
Some people live just to play the game
Some people think that the physical things
Define what's within
And I've been there before
But that life's a bore
So full of the superficial
[Chorus:]
Some people want it all
But I don't want nothing at all
If it ain't you baby
If I ain't got you baby
Some people want diamond rings
Some just want everything
But everything means nothing
If I ain't got you, Yeah
Some people search for a fountain
That promises forever young
Some people need three dozen roses
And that's the only way to prove you love them
Hand me the world on a silver platter
And what good would it be
With no one to share
With no one who truly cares for me
[Chorus:]
Some people want it all
But I don't want nothing at all
If it ain't you baby
If I ain't got you baby
Some people want diamond rings
Some just want everything
But everything means nothing
If I ain't got you, you, you
Some people want it all
But I don't want nothing at all
If it ain't you baby
If I ain't got you baby
Some people want diamond rings
Some just want everything
But everything means nothing
If I ain't got you, yeah
[Outro:]
If I ain't got you with me baby
So nothing in this whole wide world don't mean a thing
If I ain't got you with me baby
=======================================================
Waiting on the World to Change
by John Mayer
Me and all my friends
We're all misunderstood
They say we stand for nothing and
There's no way we ever could
Now we see everything is going wrong
With the world and those who lead it
We just feel like we don't have the means
To rise above and beat it
So we keep waiting (waiting)
Waiting on the world to change
We keep on waiting (waiting)
Waiting on the world to change
Its hard to beat the system
When we're standing at a distance
So we keep waiting (waiting)
Waiting on the world to change
Now if we had the power
To bring our neighbors home from war
They would've never missed a Christmas
No more ribbons on their door
When you trust your television
What you get is what you got
Cuz when they own the information ooohhh,
They can bend it all they want
So while we're waiting (waiting)
Waiting on the world to change
We keep on waiting (waiting)
Waiting on the world to change
It's not that we don't care
We just know that the fight ain't fair
So we keep on waiting (waiting)
Waiting on the world to change
We're still waiting (waiting)
Waiting on the world to change
We keep on waiting (waiting)
Waiting on the world to change
One day our generation
Is gonna rule the population
So we keep on waiting (waiting)
Waiting on the world to change
No, we keep on waiting (waiting)
Waiting on the world to change
We keep on waiting (waiting)
Waiting on the world to change
Waiting on the world to change
Waiting on the world to change
Waiting on the world to change.
P.S.: Then get outta here you old s****s, bisanya cuma minta mobil dines ma laptop ajah...
==============================================================
If I Ain't Got You
by Alicia Keys
Some people live for the fortune
Some people live just for the fame
Some people live for the power, yeah
Some people live just to play the game
Some people think that the physical things
Define what's within
And I've been there before
But that life's a bore
So full of the superficial
[Chorus:]
Some people want it all
But I don't want nothing at all
If it ain't you baby
If I ain't got you baby
Some people want diamond rings
Some just want everything
But everything means nothing
If I ain't got you, Yeah
Some people search for a fountain
That promises forever young
Some people need three dozen roses
And that's the only way to prove you love them
Hand me the world on a silver platter
And what good would it be
With no one to share
With no one who truly cares for me
[Chorus:]
Some people want it all
But I don't want nothing at all
If it ain't you baby
If I ain't got you baby
Some people want diamond rings
Some just want everything
But everything means nothing
If I ain't got you, you, you
Some people want it all
But I don't want nothing at all
If it ain't you baby
If I ain't got you baby
Some people want diamond rings
Some just want everything
But everything means nothing
If I ain't got you, yeah
[Outro:]
If I ain't got you with me baby
So nothing in this whole wide world don't mean a thing
If I ain't got you with me baby
=======================================================
Waiting on the World to Change
by John Mayer
Me and all my friends
We're all misunderstood
They say we stand for nothing and
There's no way we ever could
Now we see everything is going wrong
With the world and those who lead it
We just feel like we don't have the means
To rise above and beat it
So we keep waiting (waiting)
Waiting on the world to change
We keep on waiting (waiting)
Waiting on the world to change
Its hard to beat the system
When we're standing at a distance
So we keep waiting (waiting)
Waiting on the world to change
Now if we had the power
To bring our neighbors home from war
They would've never missed a Christmas
No more ribbons on their door
When you trust your television
What you get is what you got
Cuz when they own the information ooohhh,
They can bend it all they want
So while we're waiting (waiting)
Waiting on the world to change
We keep on waiting (waiting)
Waiting on the world to change
It's not that we don't care
We just know that the fight ain't fair
So we keep on waiting (waiting)
Waiting on the world to change
We're still waiting (waiting)
Waiting on the world to change
We keep on waiting (waiting)
Waiting on the world to change
One day our generation
Is gonna rule the population
So we keep on waiting (waiting)
Waiting on the world to change
No, we keep on waiting (waiting)
Waiting on the world to change
We keep on waiting (waiting)
Waiting on the world to change
Waiting on the world to change
Waiting on the world to change
Waiting on the world to change.
P.S.: Then get outta here you old s****s, bisanya cuma minta mobil dines ma laptop ajah...
Saat kita menilai diri terlalu tinggi
Tiap hari kita selalu ketemu orang lain, bergaul dengan mereka, sedikitnya membuat kontak dengan mereka. Dalam perkenalan, first impression jadi yang terpenting. Pembawaan kita menarik mereka untuk ingin mengenal lebih jauh, itulah yang bikin perkenalan berlanjut ke hubungan yang lebih dekat. Ga jarang saat kita kenalan dengan orang lain, kita membuat-buat impresi alias jaim, biar dikira orang kita orang yang cool(kas kalii...), terutama pada perkenalan yang melibatkan jenis kelamin yang berbeda. Dari cool itu bisa jadi cool beneran, salah tingkah, dianggap keren, ada juga yang sampe disangka sombong.
Nha , ngomongin soal sombong inilah yang saya pengen cerita. Mahasiswa tuh ya, adalah makhluk yang dinilai paling idealis sedunia. Berangkat dari kenyataan bahwa mereka harusnya jadi lebih dewasa karena udah ga sekolah lagi (saya juga sempet mengalami ini lho...), mereka masih dalam tahap mencari, mo jadi apa kalo udah gedhe (baca:lulus) entar. Seiring dengan bertambahnya jumlah semester, trus bertambahnya kerjaan (ya organisasi lah, kuliah bahkan skripsi dan tugas akhir) idealisme itu akan berubah jadi realistis. Yang pengennya penelitian dalam hal-hal tertentu, karena lama ga dapet2 inspirasi jadi banting setir nyari proyek seadanya yang bisa dibikin jadi skripsi. Ngimpi mpe bego pengen bekerja di tempat idaman akhirnya ngejogrok jadi pengangguran. Kalo ngga, sambar aja seadanya, dengan alasan buat batu loncatan (sebenernya siyh lebih ke udah capek nganggur).
Saat kita mulai merasa jadi orang idealis, jadi ngerasa juga paling bener sendiri, yang lain salah. Sombong karena dah ngerasa paling bisa pegang prinsip. Ngerasa dewasa. Saat itulah kita ngerasa kita yang paling baik. Saat itu juga kita jadi menilai diri kita terlalu tinggi. Gampangnyaa... terlalu pede. Guru saya bilang, pede itu bagus. Menolong kita untuk tetap berdiri tegak walo kita malu. Let's us laugh with, not laugh at, begitu kata beliau. Tapi kalo kita ngga introspeksi, itulah yang kebablasan. Nyungsep di tempat yang sama. Ga da orang yang mo deket ma orang yang sombong (kecuali yang kupingnya tebel of course).
Seorang profesor pernah berkata,"Semenjak saya jadi profesor, pemasukan saya jadi berkurang. Orang udah ga mau lagi ngajak saya jadi narasumber." Iyalah! Orang itu ga introspeksi. Mentang2 dah jadi profesor, pendapatnya adalah titah, paling bener. Minta amplopnya juga lebih tebel dibanding yang bukan profesor. Yaa... gimana orang mo minta dia jadi narasumber kalo harganya di atas "standar".
Terlalu pede kemudian bikin presentasi hasil karyanya di depan rekan-rekan sekerja. Dengan mencolok nambahin animasi macem2 yang malah ga eye catchy melainkan bingung harus ngeliat yang mana. Ga bagus, norak iye... Tapi teuteup kekeh bilang,"Gue nyentrik!" Nyentrik? Mungkin nyentrik=nyleneh. Kalo jadi keren gapapa, jadinya wagu kalo dalam bahasa Cina.... Ga da yang mo liat.
Gaya, paling bisa bahasa Belanda, sedikit2 nambahin kata2 aneh yang ngga dimengerti awam. Melayang-layang aja deh lagak katanya, ga da yang mo ndengerin karena ngga ngarti. Kata temen, ngga membumi. Silahkan lanjutkan, orang bakal nggugu karepe dhewe.
Sok bisa nulis cerita paling keren. Nulis ngalor ngidul di blog. Padahal juga ga ngarti yang ditulis apa. Yang penting punya blog... katanya. Yang ada di blog-nya padahal cuma cerita dari dia mencret di pagi hari sampe ngiler di malem hari. (kok kayanya saya juga iyah kalo yang ini.... hehehe...) berasa selebriti aja nulis keseharian biar bisa dibaca penggemar.
Begitulah. Adda aja efek buruk dari menilai diri terlalu tinggi. When human started to think that they were the best on earth, they started to destroy everything. In the name of economy, everything is legal. They started to exploit everything that they can use, eat and drink. Without knowing the local wisdom, that our environment is screaming asking for help. They need to recover, to take a deep breath. But we, human, don't care lah.... kata orang Tumasik.
Local wisdom teach us, to live with our mother nature, not just live at. Realise that what we do, better or worse, is comin' back to us. Don't blame the earth whether they started to shaking making an earthquake, or throw their hot lava out, or burst to tears and making food and tsunami. Lo kire cuma manusia yang bisa demo! begitu kata bumi kita. When our nature is on their 'bad mood', don't think that we, human, could survive. Go ahead and said that we could use our resources freely, and you'll see that someday not only the polar bear who dying to swim to find land, but homo sapiens as well.
P.S.: Ga penting banget sich nulis kaya gini. Curhat ya Mbak?
Nha , ngomongin soal sombong inilah yang saya pengen cerita. Mahasiswa tuh ya, adalah makhluk yang dinilai paling idealis sedunia. Berangkat dari kenyataan bahwa mereka harusnya jadi lebih dewasa karena udah ga sekolah lagi (saya juga sempet mengalami ini lho...), mereka masih dalam tahap mencari, mo jadi apa kalo udah gedhe (baca:lulus) entar. Seiring dengan bertambahnya jumlah semester, trus bertambahnya kerjaan (ya organisasi lah, kuliah bahkan skripsi dan tugas akhir) idealisme itu akan berubah jadi realistis. Yang pengennya penelitian dalam hal-hal tertentu, karena lama ga dapet2 inspirasi jadi banting setir nyari proyek seadanya yang bisa dibikin jadi skripsi. Ngimpi mpe bego pengen bekerja di tempat idaman akhirnya ngejogrok jadi pengangguran. Kalo ngga, sambar aja seadanya, dengan alasan buat batu loncatan (sebenernya siyh lebih ke udah capek nganggur).
Saat kita mulai merasa jadi orang idealis, jadi ngerasa juga paling bener sendiri, yang lain salah. Sombong karena dah ngerasa paling bisa pegang prinsip. Ngerasa dewasa. Saat itulah kita ngerasa kita yang paling baik. Saat itu juga kita jadi menilai diri kita terlalu tinggi. Gampangnyaa... terlalu pede. Guru saya bilang, pede itu bagus. Menolong kita untuk tetap berdiri tegak walo kita malu. Let's us laugh with, not laugh at, begitu kata beliau. Tapi kalo kita ngga introspeksi, itulah yang kebablasan. Nyungsep di tempat yang sama. Ga da orang yang mo deket ma orang yang sombong (kecuali yang kupingnya tebel of course).
Seorang profesor pernah berkata,"Semenjak saya jadi profesor, pemasukan saya jadi berkurang. Orang udah ga mau lagi ngajak saya jadi narasumber." Iyalah! Orang itu ga introspeksi. Mentang2 dah jadi profesor, pendapatnya adalah titah, paling bener. Minta amplopnya juga lebih tebel dibanding yang bukan profesor. Yaa... gimana orang mo minta dia jadi narasumber kalo harganya di atas "standar".
Terlalu pede kemudian bikin presentasi hasil karyanya di depan rekan-rekan sekerja. Dengan mencolok nambahin animasi macem2 yang malah ga eye catchy melainkan bingung harus ngeliat yang mana. Ga bagus, norak iye... Tapi teuteup kekeh bilang,"Gue nyentrik!" Nyentrik? Mungkin nyentrik=nyleneh. Kalo jadi keren gapapa, jadinya wagu kalo dalam bahasa Cina.... Ga da yang mo liat.
Gaya, paling bisa bahasa Belanda, sedikit2 nambahin kata2 aneh yang ngga dimengerti awam. Melayang-layang aja deh lagak katanya, ga da yang mo ndengerin karena ngga ngarti. Kata temen, ngga membumi. Silahkan lanjutkan, orang bakal nggugu karepe dhewe.
Sok bisa nulis cerita paling keren. Nulis ngalor ngidul di blog. Padahal juga ga ngarti yang ditulis apa. Yang penting punya blog... katanya. Yang ada di blog-nya padahal cuma cerita dari dia mencret di pagi hari sampe ngiler di malem hari. (kok kayanya saya juga iyah kalo yang ini.... hehehe...) berasa selebriti aja nulis keseharian biar bisa dibaca penggemar.
Begitulah. Adda aja efek buruk dari menilai diri terlalu tinggi. When human started to think that they were the best on earth, they started to destroy everything. In the name of economy, everything is legal. They started to exploit everything that they can use, eat and drink. Without knowing the local wisdom, that our environment is screaming asking for help. They need to recover, to take a deep breath. But we, human, don't care lah.... kata orang Tumasik.
Local wisdom teach us, to live with our mother nature, not just live at. Realise that what we do, better or worse, is comin' back to us. Don't blame the earth whether they started to shaking making an earthquake, or throw their hot lava out, or burst to tears and making food and tsunami. Lo kire cuma manusia yang bisa demo! begitu kata bumi kita. When our nature is on their 'bad mood', don't think that we, human, could survive. Go ahead and said that we could use our resources freely, and you'll see that someday not only the polar bear who dying to swim to find land, but homo sapiens as well.
P.S.: Ga penting banget sich nulis kaya gini. Curhat ya Mbak?
Tuesday, 27 November 2007
Stupidity di tipi2 kita
Suatu pagi yang cerah, seorang pemilik stasiun tipi terkemuka terbangun dari tidurnya. Setelah meliukkan badan ke kiri dan ke kanan dengan gaya ayam latihan pilates, dia memanggil asistennya dan mengatakan,"Oke, saya siap nyari sinetron baru yang ceritanya bego, biar masyarakat tambah o'on dan mereka semakin buta dengan kenyataan bahwa hidup semakin berat sehingga mereka lebih memilih nonton tayangan ga bermutu dari tipi kita."
Itu hanya imajinasi saya. Tapi, mungkin kenyataan juga ga jauh2 beda. Tipi sekarang ga bermutu. Beberapa malam ini, saya melakukan sebuah pengamatan terhadap siaran di tipi2 ituh pada jam tayang tertentu. Pagi hari, didominasi dengan acara berita ringan (kecuali yang antara subuh mpe jam anak berangkat sekolah, isinya berita) kaya ada apa di monas hari ini, siapa bikin kreativitas apa dan lain sebagainya, trus gosip dan acara talk show ga penting buanget. Siangnya banyak acara2 yang membuat kita pengen menguras isi kantong dengan jalan2 dan wisata kuliner, plus acara gosip dan sedikit berita berat. Malemnya berupa menu utama stupid berupa sinetron dimana yang baik disiksa mpe bego, disiram2 air dengan harapan dia tumbuh besar dan berkembang, siap untuk dijual ma yang jahat, trus banyak orang yang kejedot kepalanya mpe amnesia, trus mati karena ayan. Sungguh sinetron nista! Masih inget ma postingan yang lama tentang trademark sinetron Indonesia? Di sini niyh
Heran deh ya, cerita stupid kaya gitu masih aja ada yang demen. Kayanya masyarakat menonton suatu tayangan dengan komentar,"Tarohan! Abis ni ketabrak truk ayam deh, tuh! Tuh! Dah mulai geal-geol... Nhaah... appa gw bilang. Ayo tebak abis ni apaan? Pasti otaknya mulai berceceran deh di mangkok bakso dan meler2 lewat idung, trus amnesia." Bego abis. Kayanya kalo ngga ngikutin trademark yang-baik-disiksa-ma-yang-jahat-trus-semakin-o'on-yang-jahat-kelindes-skuter-mpe-bego-dan- kemudian-amnesia-dan-gila, tu sutradara gatel-gatel seluruh badan. Palagi saat mayoritas pemilik PH tu orang etnis tertentu yang bakal muntah-muntah 7 turunan kalo di film yang dibikinnya ga da adegan orang melakukan ritual muter-muterin kaktus sambil nyanyi ga jelas. Trus salah kesting pemulung karena yang dateng ikutan kesting adalah orang2 yang oh-gapapa-gw-ga-bisa-akting-yang-penting-nongol-di-tipi-en-bisa-nangis-bombay-pake-cabe- kriting. Saya bahkan ngga akan nulis kalo yang kesting pasti kenalan dari pihak PH-bodoh itu. Dan hare gene syuting mobil jalan pake metode mobilnya-diem-dikasi-sorot-lighting-jalan! Oh! Bahkan masih mending jaman Roy Martin dulu pake gambar bergerak disekeliling mobilnya. Eh, btw, Roy Marten jadi masuk penjara? Errrrrgggggghhhhhh! BRUK!&%$*@%#$!
Itu hanya imajinasi saya. Tapi, mungkin kenyataan juga ga jauh2 beda. Tipi sekarang ga bermutu. Beberapa malam ini, saya melakukan sebuah pengamatan terhadap siaran di tipi2 ituh pada jam tayang tertentu. Pagi hari, didominasi dengan acara berita ringan (kecuali yang antara subuh mpe jam anak berangkat sekolah, isinya berita) kaya ada apa di monas hari ini, siapa bikin kreativitas apa dan lain sebagainya, trus gosip dan acara talk show ga penting buanget. Siangnya banyak acara2 yang membuat kita pengen menguras isi kantong dengan jalan2 dan wisata kuliner, plus acara gosip dan sedikit berita berat. Malemnya berupa menu utama stupid berupa sinetron dimana yang baik disiksa mpe bego, disiram2 air dengan harapan dia tumbuh besar dan berkembang, siap untuk dijual ma yang jahat, trus banyak orang yang kejedot kepalanya mpe amnesia, trus mati karena ayan. Sungguh sinetron nista! Masih inget ma postingan yang lama tentang trademark sinetron Indonesia? Di sini niyh
Heran deh ya, cerita stupid kaya gitu masih aja ada yang demen. Kayanya masyarakat menonton suatu tayangan dengan komentar,"Tarohan! Abis ni ketabrak truk ayam deh, tuh! Tuh! Dah mulai geal-geol... Nhaah... appa gw bilang. Ayo tebak abis ni apaan? Pasti otaknya mulai berceceran deh di mangkok bakso dan meler2 lewat idung, trus amnesia." Bego abis. Kayanya kalo ngga ngikutin trademark yang-baik-disiksa-ma-yang-jahat-trus-semakin-o'on-yang-jahat-kelindes-skuter-mpe-bego-dan- kemudian-amnesia-dan-gila, tu sutradara gatel-gatel seluruh badan. Palagi saat mayoritas pemilik PH tu orang etnis tertentu yang bakal muntah-muntah 7 turunan kalo di film yang dibikinnya ga da adegan orang melakukan ritual muter-muterin kaktus sambil nyanyi ga jelas. Trus salah kesting pemulung karena yang dateng ikutan kesting adalah orang2 yang oh-gapapa-gw-ga-bisa-akting-yang-penting-nongol-di-tipi-en-bisa-nangis-bombay-pake-cabe- kriting. Saya bahkan ngga akan nulis kalo yang kesting pasti kenalan dari pihak PH-bodoh itu. Dan hare gene syuting mobil jalan pake metode mobilnya-diem-dikasi-sorot-lighting-jalan! Oh! Bahkan masih mending jaman Roy Martin dulu pake gambar bergerak disekeliling mobilnya. Eh, btw, Roy Marten jadi masuk penjara? Errrrrgggggghhhhhh! BRUK!&%$*@%#$!
Tuesday, 6 November 2007
Bank be****h
Yang harus dilakukan hari ini:
1. Ngambil duit ke bank
2. Blajar bikin peta, menganalisanya, dibuat lay out dari narasi, trus dicetak
3. Ngecheck kampus kali aja da yang lagi jodoh yang bisa ditemuin
4. Ngupload foto dan ngupdate blog
5. Pinjem kamera buat acara ke Jepara besok, lumayan buat hunting and poto2
6. Survey harga mp3 player
7. Nyari lagu yang selalu terngiang2 di kuping belakangan
8. Uhm......
Yang sudah dilakukan:
1. Check, hanya satu masalah, teller-nya, eh, costumer service-nya rada rese. Mungkin karena kerja melampaui jam kerja bank merk laen dengan gaji kecil dan kontrak yang bentar lagi abis n' terancam ga diperpanjang (ni bank yang terkenal dengan SIMpanan PErawan DESa-nya itu lho)
2. Check, blom selesai ajah karena da beberapa hal yang plu ditanyain
3. Uncheck, berangkat kesiangan n' ga ketemu siapapun
4. Uncheck, entah ada apa dengan warnet hari ini, LEMOTH.....
5. Uncheck, belom bertemu dengan pihak yang bersangkutan
6. Check, tapi blom ada yang sreg di hati, eh, maksudnya di kantong saya yang berduit dhuafa
7. Uncheck, liat item 4 untuk alasan
8. Yeah......
Gara-gara itu semua, saya keilangan duit 21 rebu 5 ratus rupiah buat hal ngga penting seperti makan soto semangkok yang mahal banget harganya buat nungguin bank yang minta dikunjungi jam satu ajah karena jam sebelas dia ngga mau ngelayani kita, ngenet yang mpe 2 kali mati komputer, q-board ngga enak dan ngga nyaman. ARRRRRRGGGGGGGHHHHHHHHH........!
1. Ngambil duit ke bank
2. Blajar bikin peta, menganalisanya, dibuat lay out dari narasi, trus dicetak
3. Ngecheck kampus kali aja da yang lagi jodoh yang bisa ditemuin
4. Ngupload foto dan ngupdate blog
5. Pinjem kamera buat acara ke Jepara besok, lumayan buat hunting and poto2
6. Survey harga mp3 player
7. Nyari lagu yang selalu terngiang2 di kuping belakangan
8. Uhm......
Yang sudah dilakukan:
1. Check, hanya satu masalah, teller-nya, eh, costumer service-nya rada rese. Mungkin karena kerja melampaui jam kerja bank merk laen dengan gaji kecil dan kontrak yang bentar lagi abis n' terancam ga diperpanjang (ni bank yang terkenal dengan SIMpanan PErawan DESa-nya itu lho)
2. Check, blom selesai ajah karena da beberapa hal yang plu ditanyain
3. Uncheck, berangkat kesiangan n' ga ketemu siapapun
4. Uncheck, entah ada apa dengan warnet hari ini, LEMOTH.....
5. Uncheck, belom bertemu dengan pihak yang bersangkutan
6. Check, tapi blom ada yang sreg di hati, eh, maksudnya di kantong saya yang berduit dhuafa
7. Uncheck, liat item 4 untuk alasan
8. Yeah......
Gara-gara itu semua, saya keilangan duit 21 rebu 5 ratus rupiah buat hal ngga penting seperti makan soto semangkok yang mahal banget harganya buat nungguin bank yang minta dikunjungi jam satu ajah karena jam sebelas dia ngga mau ngelayani kita, ngenet yang mpe 2 kali mati komputer, q-board ngga enak dan ngga nyaman. ARRRRRRGGGGGGGHHHHHHHHH........!
Thursday, 4 October 2007
Lagu ngga jelas ngrusak kuping
Pada saat saya ngetik di blog ini, ternyata saya baru nyadar kalo sembari ngetik, ditingkahi lagu jelek yang dinyanyiin ma sebuah band Indonesia bernama Matta (mu! kalo saya pengen kassar). Lagu yang selama ini dinyanyiin ma anak2 mungil tetangga tiap kali pura2 ngamen di depan rumah.
Lho, band itu band Indonesia? Ehem, dengan berat hati saya bilang iyah... Saya kira juga ada orang Malaysia geblek yang bikin tu band, eh ternyata.... Dah cukup prihatin saya denger lagu dangdut hiphop ngga jelas, ditambah ni lagi. Eh, blom...! Masih ada lagi band jelek yang sering terngiang-ngiang di kos dulu saat seorang gebleg lain make lagunya sebagai ringtone. Kangen Band! Gusti! Sudah tidak adakah lagi manusia non-geblek bikin band yang nulis lagu bermutu yang bisa go internasional?
Waa, sudahlah, kan lagi bulan puasa. Mending saya duduk dengan bener (yeps.... semua tulisan di atas dibikin sambil jongkok, biar merasakan gimana rasanya punya IQ jongkok manusia yang ndengerin lagu rak mutu) dan meredakan emosi. Met Puasa semua....
Lho, band itu band Indonesia? Ehem, dengan berat hati saya bilang iyah... Saya kira juga ada orang Malaysia geblek yang bikin tu band, eh ternyata.... Dah cukup prihatin saya denger lagu dangdut hiphop ngga jelas, ditambah ni lagi. Eh, blom...! Masih ada lagi band jelek yang sering terngiang-ngiang di kos dulu saat seorang gebleg lain make lagunya sebagai ringtone. Kangen Band! Gusti! Sudah tidak adakah lagi manusia non-geblek bikin band yang nulis lagu bermutu yang bisa go internasional?
Waa, sudahlah, kan lagi bulan puasa. Mending saya duduk dengan bener (yeps.... semua tulisan di atas dibikin sambil jongkok, biar merasakan gimana rasanya punya IQ jongkok manusia yang ndengerin lagu rak mutu) dan meredakan emosi. Met Puasa semua....
Wisata Kuliner
Sering liat Trans TV ga? Kalo iya, mungkin dah ga asing ma sebuah acara yang isinya jalan2 ma makan2, ke semua tempat di Indonesia, bahkan beberapa di luar negeri yang yang terkenal dengan semboyan,"Pokoke MakNyusss!" Yeps! That's rite... Wisata Kuliner.
Sebelomnya niyh, hanya beberapa gelintir orang yang ngarti bahwa makanan tuh bisa jadi daya tarik wisata. Maklum aja, jaman itu wisata tuh diidentikkan dengan tempat2 eksotis, berpemandangan alam menyejukkan jiwa, enak buat refreshing etc... makanan hanyalah ekses sebagai oleh2 selain suvenir cantik. Dengan adanya acara itu di tipi, skarang dah banyak juga orang yang mulai ikut2an wisata kuliner, diawali dengan makan di warung ato resto di kota tempat dia tinggal. Yah, kalo buat saya sich, bisa jadi itu hanya sebuah pembenaran buat bisa jajan di luaran tanpa makan masakan rumahan. Wisata kuliner kan harusnya sebuah cara biar kita bisa refreshing makanan, terutama dengan makanan yang unik (dan buat saya juga harus halal tentunya) di tempat dimana kita berkunjung. Kasarnya sich icip2 makanan aneh. Ato yah... Makanan ga aneh tapi berasa unik. Bukannya ga setuju ma orang2 yang 'wisata kuliner' sich, soalnya saya sempet ketularan juga n' membuat saya jadi manusia super dhuafa (sebelumnya dah dhuafa lho), tapi ya itulah... Dunia ini memiliki istilah yang dinamakan trend. Apa yang lagi booming, gaya hidup itulah yang bakal diikutin...
Saya sempet berpikir, betapa hebat tuh sang Host. Dari ngeliat dia setiap hari saya dapat ngambil kesimpulan klo mo ngedaftar jadi host acara itu, kita harus punya wajah yang memikat orang untuk datang karena ekspresi wajah sumpah-lho-ni-enak, trus bisa tau apa aja yang terkandung dalam makanan yang disantap (tentu aja, pengetahuan tentang zat additif, kaya formalin misalnya, yang terkandung dalam makanan bisa kerasa juga turut menentukan, bagus aja kan dateng ke suatu tempat, bawa crew, duduk, icip2, shooting, n' cuma bilang,"Pemirsa, makanan ini mengandung formalin. Jadi jangan makan di warung X yang terletak di jalan Y kota Z ini yah.") Awalnya saya ngira, Pak Bondan yang di tipi tuh dulu kerjaannya tukang icip2 di restoran ato chef ato apapun karir yang ada di bidang kuliner. Ternyata dia 'hanya' seorang wartawan dan penulis yang memiliki berbagai kebisaan. Begitulah.
Menyenangkan yah, cuma icip2 bisa jalan2, dibayar n' masuk tipi. ga heran sekarang dah mulai banyak acara2 di tipi yang juga mengiklankan hal yang serupa. Bagus sich, bisa buat rekomendasi tempat makan yang enak, semacam advertising juga. Tapi yaa itu tadi, lagi ngetrend...
Sebelomnya niyh, hanya beberapa gelintir orang yang ngarti bahwa makanan tuh bisa jadi daya tarik wisata. Maklum aja, jaman itu wisata tuh diidentikkan dengan tempat2 eksotis, berpemandangan alam menyejukkan jiwa, enak buat refreshing etc... makanan hanyalah ekses sebagai oleh2 selain suvenir cantik. Dengan adanya acara itu di tipi, skarang dah banyak juga orang yang mulai ikut2an wisata kuliner, diawali dengan makan di warung ato resto di kota tempat dia tinggal. Yah, kalo buat saya sich, bisa jadi itu hanya sebuah pembenaran buat bisa jajan di luaran tanpa makan masakan rumahan. Wisata kuliner kan harusnya sebuah cara biar kita bisa refreshing makanan, terutama dengan makanan yang unik (dan buat saya juga harus halal tentunya) di tempat dimana kita berkunjung. Kasarnya sich icip2 makanan aneh. Ato yah... Makanan ga aneh tapi berasa unik. Bukannya ga setuju ma orang2 yang 'wisata kuliner' sich, soalnya saya sempet ketularan juga n' membuat saya jadi manusia super dhuafa (sebelumnya dah dhuafa lho), tapi ya itulah... Dunia ini memiliki istilah yang dinamakan trend. Apa yang lagi booming, gaya hidup itulah yang bakal diikutin...
Saya sempet berpikir, betapa hebat tuh sang Host. Dari ngeliat dia setiap hari saya dapat ngambil kesimpulan klo mo ngedaftar jadi host acara itu, kita harus punya wajah yang memikat orang untuk datang karena ekspresi wajah sumpah-lho-ni-enak, trus bisa tau apa aja yang terkandung dalam makanan yang disantap (tentu aja, pengetahuan tentang zat additif, kaya formalin misalnya, yang terkandung dalam makanan bisa kerasa juga turut menentukan, bagus aja kan dateng ke suatu tempat, bawa crew, duduk, icip2, shooting, n' cuma bilang,"Pemirsa, makanan ini mengandung formalin. Jadi jangan makan di warung X yang terletak di jalan Y kota Z ini yah.") Awalnya saya ngira, Pak Bondan yang di tipi tuh dulu kerjaannya tukang icip2 di restoran ato chef ato apapun karir yang ada di bidang kuliner. Ternyata dia 'hanya' seorang wartawan dan penulis yang memiliki berbagai kebisaan. Begitulah.
Menyenangkan yah, cuma icip2 bisa jalan2, dibayar n' masuk tipi. ga heran sekarang dah mulai banyak acara2 di tipi yang juga mengiklankan hal yang serupa. Bagus sich, bisa buat rekomendasi tempat makan yang enak, semacam advertising juga. Tapi yaa itu tadi, lagi ngetrend...
Wednesday, 15 August 2007
Semarang Pesona Asia. Wow!
Abis jalan2 muter2 Simpang Lima Semarang. Agak kaget juga ngeliat da tenda2 gedhe, trus lapangan yang biasanya ijo becek tu dah ditutup triplek dan karpet merah. Sekelilingnya tiba2 da pager muterin lapangan. Usut punya usut, malemnya ada acara pembukaan Semarang Pesona Asia. Wow! pa'an tuh? yah, hanya sebuah program yang dicetuskan walikota tercinta (oleh partisan dan simpatisannya) biar Semarang ni bakal dikunjungi turis.
Well, pesona asia ya.... Hanya bertanya, sebelah mananya Semarang ya yang merepresentasikan pesona dari Asia? Marina? Kota Lama? Tinjomoyo? Gereja Blendhuk? Lawang Sewu? Sam poo kong? Mana ya? Kalo dipikir2, sebenernya ada tempat wisata apa sich di Semarang? Kalo menurut orang2 yang dah berdomisili di kota ini cukup lama, ada banyak tempat yang merupakan spot wisata, tapi sayangnya ga terawat dengan baik. Saya kira belom ada tuh tempat yang jadi trademark dari Semarang. Kota lama? Di tiap kota gede kayanya ada dech. Palingan juga Tugu muda, Gereja blendhuk, Bonbin Tinjomoyo, palagi yah? Itu juga semua kusem2. Ga mudeng deh ma pengertian "Semarang Pesona Asia." Kalo dibikin kaya Singapore gituh, lha di sana mereka dah ngangkat soal wisata belanja-nya. Malaysia, mungkin mereka berusaha ngekspose keragaman budaya ma orang Melayu plus wisata kuliner yang asyik. Begitu juga dengan KL-nya a.k.a. Kuala Lumpur. Lha Semarang? Entah.
Kalo menurut saya sich, daya tarik Semarang ni ada di kawasan Kota Lama sono. Ehm, mungkin karena saya orag yang amat sangat berminat pada gedung2 lama (seorang temen bahkan bilang, harusnya saya idup di masa lalu). Misal nich, daerah sana beneran di-conserv dengan baik, perawatan yang bagus, ga heran kalo itulah tempat yang cocok sebagai pesona Asia. Sayangnya secara rutin, kawasan tersebut mendapat kunjungan kehormatan dari rob dari laut.
Entahlah, agak2 skeptis gitu liatnya. Mungkin kalo misal program ini berusaha untuk membuat orang2 yang tinggal di kota ini (ga hanya penduduk aslinya lho) untuk merasa memiliki sebuah kawasan yang disebut Semarang, otomatis lah, kota ini akan lebih baik. Ga da tuh orang buang sampah sembarangan, jalan juga ga mpe bolong2, setiap orang akan mudah untuk tergerak bareng2 ngatasi rob, karena mereka merasa,'inilah tempat gw n anak2 gw hidup, nyari makan dan menghirup udara buat idup.' Mereka akan membuat tempat tinggalnya nyaman untuk ditempati. Kalo tempatnya dah OK, mo bikin program kaya apapun juga pasti jalan. Just an opinion I.
P.S.: Ini adalah bulan yang membahagiakan. Kemaren tanggal 10, Bapak ultah, yang ke berapa Pak ya? Kalo ngga salah ke 78 ya Pak? Moga2 Bapakku yang satu ini tetep sehat sampe kapanpun, semangatnya ga berkurang walo dada dah mulai sesek mulu, tetep rajin ibadah dan ngga lupa untuk tetep mbimbing anaknya yang bandel2 ini. Amin. Yang kedua, saya yang ultah. Hehehe....
Well, pesona asia ya.... Hanya bertanya, sebelah mananya Semarang ya yang merepresentasikan pesona dari Asia? Marina? Kota Lama? Tinjomoyo? Gereja Blendhuk? Lawang Sewu? Sam poo kong? Mana ya? Kalo dipikir2, sebenernya ada tempat wisata apa sich di Semarang? Kalo menurut orang2 yang dah berdomisili di kota ini cukup lama, ada banyak tempat yang merupakan spot wisata, tapi sayangnya ga terawat dengan baik. Saya kira belom ada tuh tempat yang jadi trademark dari Semarang. Kota lama? Di tiap kota gede kayanya ada dech. Palingan juga Tugu muda, Gereja blendhuk, Bonbin Tinjomoyo, palagi yah? Itu juga semua kusem2. Ga mudeng deh ma pengertian "Semarang Pesona Asia." Kalo dibikin kaya Singapore gituh, lha di sana mereka dah ngangkat soal wisata belanja-nya. Malaysia, mungkin mereka berusaha ngekspose keragaman budaya ma orang Melayu plus wisata kuliner yang asyik. Begitu juga dengan KL-nya a.k.a. Kuala Lumpur. Lha Semarang? Entah.
Kalo menurut saya sich, daya tarik Semarang ni ada di kawasan Kota Lama sono. Ehm, mungkin karena saya orag yang amat sangat berminat pada gedung2 lama (seorang temen bahkan bilang, harusnya saya idup di masa lalu). Misal nich, daerah sana beneran di-conserv dengan baik, perawatan yang bagus, ga heran kalo itulah tempat yang cocok sebagai pesona Asia. Sayangnya secara rutin, kawasan tersebut mendapat kunjungan kehormatan dari rob dari laut.
Entahlah, agak2 skeptis gitu liatnya. Mungkin kalo misal program ini berusaha untuk membuat orang2 yang tinggal di kota ini (ga hanya penduduk aslinya lho) untuk merasa memiliki sebuah kawasan yang disebut Semarang, otomatis lah, kota ini akan lebih baik. Ga da tuh orang buang sampah sembarangan, jalan juga ga mpe bolong2, setiap orang akan mudah untuk tergerak bareng2 ngatasi rob, karena mereka merasa,'inilah tempat gw n anak2 gw hidup, nyari makan dan menghirup udara buat idup.' Mereka akan membuat tempat tinggalnya nyaman untuk ditempati. Kalo tempatnya dah OK, mo bikin program kaya apapun juga pasti jalan. Just an opinion I.
P.S.: Ini adalah bulan yang membahagiakan. Kemaren tanggal 10, Bapak ultah, yang ke berapa Pak ya? Kalo ngga salah ke 78 ya Pak? Moga2 Bapakku yang satu ini tetep sehat sampe kapanpun, semangatnya ga berkurang walo dada dah mulai sesek mulu, tetep rajin ibadah dan ngga lupa untuk tetep mbimbing anaknya yang bandel2 ini. Amin. Yang kedua, saya yang ultah. Hehehe....
Subscribe to:
Posts (Atom)

