My Y!

Friday, 22 August 2008

Rchattzz......


(oh so cute, not!)

Okay, there is a fate that intertwinned between me and the rats of the house.

Hhhh.... Setidaknya sudah puluhan kali saya harus ketemu, nendang ato ga sengaja nginjek tikus di rumah, dan diantaranya 2 kali ketiban apes harus ngebunuh mereka.



Buat saya yang pecinta damai (cuiih..) ngebunuh tikus adalah salah satu pengalaman ga enak, menjijikkan dan bikin badan adem panas saking nggilani-nya. Belom lagi harus ngurus jenazahnya, megang, ngangkat mindahin dan ngubur (walo pake perantara tas kresek). Contohnya kemaren. Pas lagi asyik nyari perkakas di lemari perkakas, saya ngeliat dengan mata kepala orang lain, seutas buntut yang menggantung di tepian rak. Awalnya, ga pernah terlintas buat ngapa2in tuh buntut. Saya hanya menghela napas. "Gue kasih lo kesempatan. moga2 lo ga bikin gue apes hari ini," kira2 gitu yang terlintas di otak.

Waktu pun berlalu. Ga seberapa lama kemudian saya ngembaliin perkakas yang baru aja saya pake buat melakukan kejahatan (not). Seutas buntut itu masih ada di sana. Maha Besar Allah yang telah mengusir setan dari surga, setan yang bersemayam di bagian paling gelap otak memberikan ide jahiliah buat ngusilin tu tikus. Lirik kiri lirik kanan, ga da orang, saya ngambil tang, dan dijepitlah buntut tikus yang malang ituh. Seketika itu juga saya langsung menyesal, kenapa ga gue biarin aja ya tuh tikus pergi.... S**t! (Hafizh et. al. 2007, 2008 dan entah sampai kapan) Tikus yang malang itu menjerit,"Aduh! Buntut gue!" trus membekap mulutnya, menyesal kenapa dia pake menjerit, kan saya jadi tau kalo itu beneran buntut tikus. Dan terlantunlah doa yang amat khusuk dari tu tikus moga2 manusia yang ngejepit buntutnya lagi males ngebunuh hari ini.

Sayangnya hal itu ngga terjadi. Pas lagi liat kiri kanan, memikirkan gimana caranya mengenyahkan hama itu dari muka bumi, sang ponakan yang mengetahuia apa yang terjadi dateng dengan inosennya dan mengatakan,"Getok aja palanya! Lindes pake motor, trus dimutilasi, bakar, masukin kresek, buang ke kali!" Tentu saja itu adalah hiperbolisnya saya. Dia hanya mengatakan dengan raut muka sadis dan dingin,"Bunuh!" Akhirnya, ada besi yang seukuran tangan yang mantap dipegang, stream line dan penuh karat. Dengan mengucap bismillah (walo tetep ga halal juga jadinya) yang mantap, saya pukulkan tu besi dengan menyasar daerah kepala. Satu! Tu tikus langsung ga enak badan. Dua! Dia berasa migren. Tiga! Mejret keluar darah dari mulutnya. Empat! Nangis kesakitan deh dia. Lima! Dia menggelinjang dengan penuh semangat. Enam! Dia mengucap Allahu Akbar. Tujuh! Wassalam. Sebenarnya cuma ada tiga tahap siyh, tapi dia menggelinjang keenakan hingga akhir hayat.

Setelah membersihkan TKP dan menguburkan tu mayat, gantian saya yang ga enak badan. Euuuhhh!

PS: Yang di Ratattouille cute, yang saya bunuh.... euuuhhhh!

Tuesday, 19 August 2008

24th plus 3hr, 63th plus 2hr


Halah, kode apaan tuh...?
Ga perlu mikir pusing2, ga keluar di ujian kok... Ups.







dr www.hinamagazine.com


Eniwei.... 2 hari yang lalu, kita (yang merasa) sebagai bangsa Indonesia memperingati Dirgahayu Republik Indonesia yang ke 63. Ada banyak cara yang dilakukan oleh masyarakat sebagai bentuk apresiasi bersyukur atas kemerdekaan yang selama ini telah dirasakan. Walo demikian, banyak juga yang apatis, keknya ga da kemajuan yang berarti yang bisa kita rasakan. Hidup makin susah, kebelit hutang, gali lobang tutup lobang tiap hari, segala harga pelan merangkak naik. Bahkan beberapa temen sem
pat bilang ma saya, masih lebih enak jaman orde baru dulu, despite korupsinya lho....

Yah, manusia emang ga pernah puas. Saat berada dalam kondisi terbaiknya pun masih mengeluh. Tapi manusia yang cepet puas adalah manusia celaka, dia pasti ga maju-maju, ya kek saya ini, o'on bloon ga nambah pinter. Yang beruntung adalah orang yang selalu bersyukur. Ortu saya contohnya. Dalam kesehariannya yang bersahaja (taelah istilahnya), mereka tetap bersyukur, diberi kesempatan bangun pagi menghirup udara segar, pikiran positif (mereka pernah ngerasain jadi pengungsi waktu jaman dulu, apalagi Ibu yang anak tentara, pernah harus naik turun gunung, menyeberang sungai dan bangun diliputi suasana tembak2an dar der dor, ini hiperbolisnya saya tentunya, tapi bagian ngungsinya emang bener), masih bisa bersujud syukur menyembah Sang Pemberi Nafas.

Ehm.... Hari ni ngga niat nulis. Sebenernya lagi nyari jurnal tentang interpolasi titik. Nyang bikin adem adalah sambil ngenet denger lagunya ERK, enak-enak lho... Tapi ada lagi yang lebih enak, ngedengerin lagu perjuangan.... hakghakghak..... Contohnya ni (slah satu lagu perjuangan favorit)

Tanah Airku

Cipt. Ibu Sud

Tanah airku tidak kulupakan
Kan terkenang selama hidupku
Biarpun saya pergi jauh
Tidak kan hilang dari kalbu
Tanah ku yang kucintai
Engkau kuhargai

Walaupun banyak negri kujalani
Yang masyhur permai dikata orang
Tetapi kampung dan rumahku
Di sanalah kurasa senang
Tanahku tak kulupakan
Engkau kubanggakan





Happy Birthday Dude......! May all your wish come true. That's the meaning of 24th plus 3hr

Sunday, 10 August 2008

Happy Birthday Dad....





Hari ni adalah hari bersejarah buat Bapak, hai Pak... (kalo baca ni posting).





Bapak tetep tegar ya.... Walo dalam 2 tahun ni dah banyak kehilangan adek2, Bapak jangan patah semangat, palagi punya anak ndhableg kek saya. Semoga Bapak selalu dilimpahi kesehatan, kekuatan untuk beribadah, semangat hidup dan segala apa yang Bapak panjatkan dalam tiap do'a selalu didengar dan (yang paling penting) dikabulkan Allah SWT. Amien.....

Well, anyway, hari ini adalah hari dimana toko bangunan untung besar, karena orang sekampung (dan kampung-kampung lainnya) mulai mengecat apapun yang bisa dicat di jalan sepanjang pemukiman. Yups, yujuh hari lagi Indonesia ultah. Tapi keknya, keramaian tinggal kemeriahan. Kalo orang apatis bilang, jaman sekarang ga da bedanya ma jaman penjajahan. Apa-apa mahal, mo maka yang enak dikit ga bisa. Cuman bedanya dulu intaian maut di tangan bedil penjajah, kalo sekarang di perut kelaparan dan clurit tetangga yang dendam, Masya Allah.

Anyway lagi, 6 hari menuju tambah tua setahun. Ga da perkembangan... Ckk... ckk... ckk...

Tuesday, 22 July 2008

bangsa yang kehilangan rujukan budaya

diambil dari Republika online edisi selasa, 01 Juli 2008. semoga menjadi perenungan kita semua.

Ungkapan dalam judul ini tidak berasal dari saya, tetapi dari Bung Saini KM, sastrawan dan dramawan, asal Sumedang, lahir 18 Juni 1938. Sejak beberapa tahun terakhir kami sama-sama menjadi anggota Akademi Jakarta (AJ). Bung Saini yang santun dan tidak banyak bicara, tetapi sudah terlatih berpikir dalam, karena itu ia gelisah mengamati kultur bangsa yang sedang jatuh.

Dalam sebuah wawancara panjang, Saini sampai kepada kesimpulan bahwa bangsa ini secara kultural sedang kalah. Berbagai indikator telah dibentangkannya dalam wawancara itu. Pada saat berbicara tentang tindak kekerasan yang sedang marak di mana-mana dengan berbagai alasan, Saini meneropong akar pokoknya karena bangsa ini telah kehilangan rujukan budaya. Kulturalisasi (pembudayaan) telah ditelan komersialisasi yang ganas dan dangkal.

Lebih rinci Saini bertutur: “Perilaku keras, beringas, korupsi, keterpurukan ekonomi yang berkelanjutan adalah pertanda kekalahan budaya itu. Karakter bangsa dibentuk oleh kreativitas bangsa itu sendiri. Kreativitas itu akan berkaitan erat dengan kesejahteraan dan kekenyalan bangsa ketika menghadapi persoalan. Bangsa yang kreatiflah yang akan bertahan dan kukuh berdiri di tengah bangsa-bangsa lain.”

Saini berkali-kali mengatakan: “Kita kalah,” sebuah rintihan sastrawan yang mestinya mendapat tanggapan, dari mereka di panggung kekuasaan. Dengan menyadari secara sungguh-sungguh bahwa kita memang lagi berada di bawah, siapa tahu kita bisa bangkit kembali dari segala macam ketidakberesan yang menyesakkan napas. Sebab itu, kata Saini, kita perlu rujukan budaya tradisi yang bernilai dinamis dan positif yang memang terdapat pada semua subkultur bangsa ini.

Saini juga mengkritik perilaku elite yang seenaknya saja menjual aset-aset bangsa tanpa perhitungan jangka panjang. Memang, telah lama terlihat elite bangsa ini gemar ‘menggadaikan’ kedaulatan, demi menutup defisit anggaran. Orang yang kehilangan rujukan budaya akan dengan enteng saja menjual segala yang mungkin dijual, tidak mau berpikir panjang; dengan menempuh cara yang serbapragmatis itu, mereka tidak sadar pada akhirnya kedaulatan bangsa yang akan terjual. Bukankah dengan demikian kita telah mengundang sosok penjajah dalam format lain?

Bung Hatta, dalam usia 26 tahun, dalam pidato pembelaannya di depan mahkamah Belanda di Den Haag, pada 9 Maret 1928, berkata: Selamat tinggal politik memohon dan mengemis! Selamat tinggal politik mohon restu! Selamat tinggal politik menadahkan tangan!

Politik mengemis dan menadahkan tangan kepada asing adalah bagian dari kultur budak. Bukankah kutipan Bung Hatta itu terlahir dari pemimpin yang punya harga diri, sekalipun pada waktu itu Indonesia masih terjajah? Dengan kebiasaan kita menjual aset strategis kepada pihak asing, bukankah itu berarti kita telah kehilangan ketegasan sikap membela kedaulatan bangsa dan negara? Terakhir bergulir pula berita Krakatau Steel (KS), juga mau dijual ke asing. Tetapi, karena ada perlawanan dari dalam dan bantuan pers dan tokoh-tokoh masyarakat, kabarnya KS tidak jadi dijual. Coba banyangkan KS sebagai industri baja strategis bagi pertahanan negara, lalu dikuasai asing, bukankah dengan cara latah itu kita telah menggadaikan kedaulatan kita? Mengapa kita dengan mudah saja ‘menadahkan tangan’ kepada asing agar mau membeli aset yang sebenarnya mampu kita kelola sendiri?

Dalam situasi bangsa yang sedang kehilangan rujukan budaya ini, saya mengimbau semua komponen bangsa yang masih siuman untuk berteriak lebih keras dan lantang lagi tetapi santun untuk mengingatkan pihak pemerintah dan DPR agar berhati-hati membuat keputusan penting. Salah-salah tingkah, akibat buruknya akan ditanggung oleh anak cucu kita di kemudian hari. Jangan-jangan yang tersisa buat mereka nanti hanyalah ampas Republik yang telah sangat merana dan telah kehilangan segala-galanya. Kritik seorang seniman santun Saini patut benar direnungkan.

(Ahmad Syafii Maarif )


Owner's note: Ga salah memang. Siapa sich orang Indonesia yang ngga capek ngeliat berita segala hasil budaya dan adat istiadat tiba-tiba lebih dikenal dunia berasal dari negara lain, bukannya dari Indonesia. Blom lagi berita yang isinya kalo ngga korupsi, pemadaman listrik, BLT yang gagal, bencana yang ngga berhenti dan hal lain yang isinya negatif. Semakin jarang kita dengar dari televisi ada orang Indonesia yang berprestasi di luar sana... Hhhh....

BANGKITLAH INDONESIA-ku!

Friday, 20 June 2008

Merinding

Setelah ngeliat posting email dari sebuah milis, perasaan saya jadi merinding mpe sekarang. Posting itu cerita soal orang yang abis beli baju (actually, it's a laundrette) yang langsung dia pake tanpa dia cuci. Hasil dari kejorokannya itu adalah, some kind of larvae, live inside of her... And it make holes (not just one, many, imagine it.... Euh.... Euh...) in the skin.... Hiiyyhhhh... nulis itu aja jadi bikin merinding.... Euh..

Hal kek gini pernah kejadian juga pas liat foto tangan dibedah gara-gara salah posisi megang mouse selama bertahun-tahun dan hanya bergejala tangan pegel linu.. Euh.... Euh...

Euh.... Euh... Euh.... Euh.......

Makanya jangan jorok.... Pa lagi kalo bis beli-beli baju dari awul-awul... Tips, dari seorang temen, kalo kamu abis beli baju, darimanapun, rendem dulu pake air panas atau anget. Yang warnanya putih bisa langsung dibleaching. Biar kuman-kumannya ilang semua....

Friday, 13 June 2008

Nyewa internet

Hanya mau kasih tau ajah...
Bahwa ngenet di warnet adalah salah satu bentuk cobaan dan berkah
Bahwa ngenet di warnet dapat mengetes kesabaran
Bahwa ngenet di warnet barengan ma anak-anak SD SMP adalah sebuah kesalahan
Karena mereka menggerombol
Karena mereka berisik
Karena mereka suka histeris dan dapat dengan baik mengekspresikannya

Bahwa dengan ngenet di warnet, kita bisa dapet banyak pengetahuan
Bahwa dengan ngenet di warnet, kita bisa belanja virus
Bahwa dengan ngenet di warnet berjam-jam, jauuuuuh lebih murah daripada makan ato minum selama durasi waktu yang sama (lho kok?)
Bahwa dengan ngenet di warnet bisa jadi guilty pleasure buat kita, terutama yang menghabiskan waktu buat baca puisi bego ini...

Friday, 6 June 2008

Hari Lingkungan Hidup Sedunia, World Environment Day 2008

Oleh Andi Gunawan

Hari Lingkungan Hidup Sedunia diperingati setiap tanggal 5 Juni, penetapannya dimulai sejak tahun 1972 melalui Sidang Umum PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) dan menetapkan tanggal tersebut sebagai hari lingkungan hidup sedunia. Pada tahun yang sama dibentuk UNEP (United Nations Environment Program) yang bertanggung jawab terhadap peringatan World Environment Day setiap tahunnya di berbagai negara.
Maksud dari adanya peringatan hari lingkungan hidup sedunia adalah untuk meningkatkan kesadaran bagi siapa saja dalam menjaga lingkungan dan meningkatkan perhatian pemerintah diberbagai negara dalam mengatasi masalah lingkungan.
Aksi nyata pemerintah dan masyarakat dalam menjaga lingkungan.adalah hal yang sangat penting, mengingat bumi yang kita tempati telah menjadi renta sebelum waktunya akibat ulah manusia. Penebangan liar menyebabkan hutan gundul, longsor dan banjir, sampah yang tidak bisa di daur ulang, eksploitasi terhadap isi perut bumi yang berlebihan, pencemaran udara yang mengakibatkan global warming serta pencemaran lainnya, semuanya itu adalah sumbangan manusia bagi kehancuran bumi dan manusia itu sendiri.
Akibat masalah lingkungan yang tidak terjaga, telah kita rasakan hari ini, udara menjadi lebih panas, cuaca yang sulit diprediksi berakibat buruk pada pertanian (gagal panen), dimasa yang akan datang tidak menutup kemungkinan pulau-pulau akan tenggelam, negara-negara pantai, wilayahnya akan menyusut, kekurangan air bersih dan masih banyak lagi ketidaknyamanan yang dirasakan manusia.
Tema hari lingkungan hidup sedunia 2008 yang ditetapkan oleh UNEP (Badan Lingkungan Hidup Dunia) adalah “Co2 Kick The Habit, Toward a Low Carbon Economy”, disesuaikan dengan kondisi di Indonesia tema itu menjadi “UBAH PERILAKU DAN CEGAH PENCEMARAN LINGKUNGAN”.
Akankah hari lingkungan hidup sedunia ini menggugah manusia menjadi lebih bijak dalam menjaga lingkungannya dari berbagai pencemaran?? Akankah manusia yang hidup hari ini mampu mewariskan kondisi bumi (lingkungan) sama dengan hari ini, lebih baik ataukah lebih buruk??? Mari kita jawab pertanyaan itu dengan aksi nyata dalam kehidupan kita sehari-hari.
Sebuah tantangan menarik bagi Anda dan kita semua, bagaimana membuat lingkungan (bumi) menjadi lebih baik dimasa datang …
Selamat Hari Lingkunga Hidup Sedunia, World Environment Day 2008
Dibawah ini informasi tentang tema Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang masih relevan hingga saat ini :
Tema Hari Lingkungan Hidup Sedunia dari tahun ke-tahun
 2007 - Melting Ice – a Hot Topic??
 2006 - Deserts and Desertification - Don’t Desert Drylands!
 2005 - Green Cities – Plan for the Planet!
 2004 - Wanted! Seas and Oceans – Dead or Alive?
 2003 - Water – Two Billion People are Dying for It!
 2002 - Give Earth a Chance
 2001 - Connect with the World Wide Web of Life
 2000 - The Environment Millennium - Time to Act
 1999 - Our Earth - Our Future - Just Save It!
 1998 - For Life on Earth - Save Our Seas
 1997 - For Life on Earth
 1996 - Our Earth, Our Habitat, Our Home
 1995 - We the Peoples: United for the Global Environment
 1994 - One Earth One Family
 1993 - Poverty and the Environment - Breaking the Vicious Circle
 1992 - Only One Earth, Care and Share
 1991 - Climate Change. Need for Global Partnership
 1990 - Children and the Environment
 1989 - Global Warming; Global Warning
 1988 - When People Put the Environment First, Development Will Last
 1987 - Environment and Shelter: More Than A Roof
 1986 - A Tree for Peace
 1985 - Youth: Population and the Environment
 1984 - Desertification
 1983 - Managing and Disposing Hazardous Waste: Acid Rain and Energy
 1982 - Ten Years After Stockholm (Renewal of Environmental Concerns)
 1981 - Ground Water; Toxic Chemicals in Human Food Chains
 1980 - A New Challenge for the New Decade: Development Without Destruction
 1979 - Only One Future for Our Children - Development Without Destruction
 1978 - Development Without Destruction
 1977 - Ozone Layer Environmental Concern; Lands Loss and Soil Degradation
 1976 - Water: Vital Resource for Life
 1975 - Human Settlements
 1974 - Only one Earth
Kota-kota yang menjadi tuan rumah peringatan hari lingkungan hidup sedunia
 2007 -
Tromsø, Norway
 2006 - Algiers, Algeria
 2005 -
San Francisco, U.S.
 2004 -
Barcelona, Spain
 2003 -
Beirut, Lebanon
 2002 -
Shenzhen, People’s Republic of China
 2001 -
Torino, Italy and Havana, Cuba
 2000 -
Adelaide, Australia
 1999 -
Tokyo, Japan
 1998 -
Moscow, Russian Federation
 1997 -
Seoul, Republic of Korea
 1996 -
Istanbul, Turkey
 1995 -
Pretoria, South Africa
 1994 -
London, United Kingdom
 1993 -
Beijing, People’s Republic of China
 1992 -
Rio de Janeiro, Brazil
 1991 -
Stockolm, Sweden
 1990 -
Mexico City, Mexico
 1989 -
Brussels, Belgium
 1988 -
Bangkok, Thailand
 1987 -
Nairobi, Kenya

Thursday, 22 May 2008

Berita Duka Kala Peringatan Kebangkitan

Innalillahi wa innailaihi Roji'un....

Di saat yang bersamaan dengan Indonesia merayakan 100 tahun Kebangkitan Nasional, kita kembali kehilangan tokoh nasional.

Setelah Alm. Sophan Sophiaan meninggal karena kecelakaan dalam Tour Motor Gedhe di Ngawi (dalam rangka kebangkitan nasional juga), Mantan Gubernur Jakarta, Bapak Ali Sadikin dan tokoh jurnalis Ibu S.K. Trimurti meninggal pada tanggal 20 Mei 2008.


Ali Sadikin lahir di Sumedang, Jawa Barat pada 7 Juli 1927. Sosok dan kepemimpinannya memang fenomenal. Ia dikenal lugas, tegas, cerdas, agak keras kepala, penuh kontroversi, dan sangat memikirkan rakyat. Di tangannya, Jakarta menjelma jadi kota modern. Bang Ali pergi untuk selamanya dengan meninggalkan banyak kesan dan kenangan. Salah satu Jakarta yang modern.


Soerasti Karma Trimurti kelahiran Solo, 11 Mei 1912, ini dimakamkan di TMP Kalibata, Jakarta Selatan. Ia dikenal pemberani. Dan, karena keberaniannya pula ia dua kali dijebloskan ke bui Bulu, Semarang, pada 1936 dan 1939. Pemerintahan Kolonial Belanda tidak senang dengan gerakan perlawanan antipenjajahan yang terus dibangun S.K. Trimurti.
Trimurti menikah dengan Sayuti Melik, pengetik naskah proklamasi, 19 Juli 1938. Kedua insan bahu membahu dalam mengusung semangat perjuangan. Anak mereka, Moesafir Karma Boediman dan Heru Baskoro, lahir di dalam penjara Belanda yang kumuh dan sempit.

Semoga perjuangan mereka selalu menginspirasikan kita yang muda, semua amalan ibadah mereka diterima disisiNya, dan diampuni segala dosanya. Amiien...

Sunday, 18 May 2008

My Trip to Solo... eh... Sragen

Yihaaa.....! Jalan-jalan.....

Pas denger temen-temen pada mo cabut ke acara resepsi nikahannya temen, langsung aja excited dan ngedaptar buat ikutan. Malam sebelum keberangkatan, saya ma salah seorang temen yang kebetulan juga lagi pengen jalan-jalan buat refreshing ngerencanain bagpacking dalam tanda kutip (later, you'll find out why quotation marked). Rencananya sich, Sragen-Solo-Jogja-Semarang. Planning dadakan dah dibuat, segalanya udah siap kecuali kamera, dan kita berangkat... Hidup jalan-jalan!

Paginya kita berangkat naik bis carter. Dari Semarang jam 08.00 bBwi, nyampe di Gedung Kartini Sargen tempat acara resepsi berlangsung jam setengah 12an. Ato lebih ya...? Aniwei... Kita juga papasan dengan rombongan motor gedhe yang lagi road trip dalam rangka Kebangkitan Nasional.


-Intermezzo- Eh, (ngerasa sok penting) ternyata di antara rombongan itu, ada mobil ambulance yang ngangkut jenazah Alm. Sophan Sophiaan yang meninggal kemaren di Ngawi (yang kita ketahui belakangan).

Yah, Takdir ga dapet ditolak, Malang kota apel, saat kita ma temen2 lagi have fun karena ada temen yang menikah, di tempat lain ada orang-orang baik (dan jahat juga mungkin) yang meninggal. Innalillahi wa inna ilaihi Roji'un. -Intermezzo-

Abis dari Sragen, kita dan rombongan pulang ke Semarang, eits... saya ma temen2 yang dari Solo berhenti di kota tersebut karena pengen wisata jalan-jalan muter-muter haha-hihi.

Detail dilanjut besok-besok.

Tu bi tukinyut.

Friday, 25 April 2008

it's all about me, sadly...

I should remember
the right guy not always stay
someone that I never knew
or someone that I did not expected
or someone who already steal my heart
but I did not notice it
or I never know

until the day come to the end
when the sun who rise
finally set in the west
I'll keep my eyes on you

Together we'll seek the truth
until our different life.. touch each other
two ways of line... finally met on a single mark
then draw itself together... as a single line
'til death do us apart


P.S.: Puisi in ane ketemeuin di antara beberapa kertas sisa jaman dahulu, kebetulan bareng ama block note and bukunya Natsume Soseki's I am A cat punyanya Leli (maap Le, ternyata blom kebaca mpe sekarang). Keknya waktu itu lagi brokenhearted deh.... Dan kemaren menemukan kecengan waktu jalan-jalan. Seorang kecengan iseng buat have fun gila ajah ma temen saya yang atu ini. SEMANGAT Yenk!