My Y!

Showing posts with label rekomendet. Show all posts
Showing posts with label rekomendet. Show all posts

Tuesday, 5 April 2011

Big Grandfather's Clock

Ooki na noppo no furudokei
Ojiisan no tokei
Hyakunen itsumo ugoite ita gojiman no tokei sa
Ojiisan no umareta asa ni
Katte kita tokei sa
Ima wa mou ugokanai sono tokei

Hyakunen yasumazu ni
Chiku-taku chiku-taku
Ojiisan to issho ni
Chiku taku chiku taku
Ima wa mou ugokanai sono tokei

Nandemo shitteru furudokei
Ojiisan no tokei
Kirei na hanayome yatte kita
Sono hi mo ugoiteta
Ureshii koto mo kanashii koto mo
Mina shitteru tokei sa
Ima wa mou ugokanai sono tokei

Ureshii koto mo kanashii koto mo
Mina shitteru tokei sa
Ima wa mou ugokanai sono tokei
Mayonaka ni beru ga natta
Ojiisan no tokei
Owakare no toki ga kita no o
Mina ni oshieta nosa
Tengoku eno boru ojiisan
Tokei tomo owakare
Ima wa mou ugokanai sono tokei

Hyakunen yasumazu ni
Chiku-taku chiku-taku
Ojiisan to issho ni
Chiku taku chiku taku
Ima wa mou ugokanai sono tokei
Ima wa mou ugokanai sono tokei

P.S: lagu ini dinyanyikan Ken Hirai, berasa lagu lullaby. nice. hear it.

Thursday, 2 September 2010

Nodame, Beethoven Virus dan Musik Klasik


How many of you likes classical music? Raise your hand please... 

Musik klasik, bagi kita yang awam, adalah musik yang rumit dan bikin ngantuk. Saya kadang-kadang mendengar musik klasik dari kecil. Tapi ga pernah nyadar gimana cara mengapresiasinya, sampai akhirnya ada dorama Jepang berjudul Nodame Cantabile. Udah pernah denger serial ini kan? Ceritanya tentang perjuangan siswa sekolah musik Momogaoka. Ada yang bercita-cita pengen jadi maestro konduktor, ada yang belajar maen piano karena pengen jadi guru TK dan bikin lagu anak2 (walo akhirnya cita-cita ini berubah jadi pengen bermain piano dalam concerto yang dikonduktori oleh sang gebetan, tokoh utama cowok), ada yang pengen bikin dan berkarir di orkestra dan sebagainya. Cerita ini menunjukkan bahwa impian bisa diraih dengan kerja keras. Walo ceritanya komikal banget (karena emang diadaptasi dari komik) tapi banyak pelajaran berharga buat saya. Bahwa menikmati musik klasik ga melulu soal melodi. Ada cerita yang disampaikan dari berbagai musik klasik itu. Termasuk juga cerita bagaimana sebuah musik digubah, bahkan dapat pula menceritakan kondisi dan latar belakang sang musisi pada saat meng-compose musik itu.



Di Jepang ada Nodame, Korea ga mau kalah. Mereka membuat dorama yang berjudul Beethoven Virus. Meski sama-sama mengandung unsur komedi, tapi yang disebut belakangan ini juga melodramatis, khas Korea. Ada maestro kelas dunia yang memiliki sifat asosial, egois dan strict. Ada lulusan sekolah musik yang malah jadi PNS, hingga akhirnya dia mengajukan proposal membuat orkestra di kotanya dan malah menderita tuna rungu. Satu lagi seorang polisi muda berhobi maen trumpet yang sebenarnya adalah jenius musik, tapi dia ngga sadar dengan kelebihannya tersebut. Sejalan dengan episode-nya, cerita menjadi semakin rumit dan ketiga tokoh ini semakin berkembang. Sang Maestro belajar mengenai kehangatan persahabatan, sehingga lebih manusiawi dalam menanggapi emosi (sebelumnya dia menganggap emosi malah merusak interpretasi musiknya menajdi subjektif). Violinis (yang juga PNS itu tadi) akhirnya ==SPOILER== memang mengalami penurunan pendengaran, tapi dia tetep keukeuh ga mau lepas dari musik. Sedangkan Trumpeter (polisi) belajar untuk menjadi konduktor yang lebih baik, tidak hanya mengarahkan orkestra, tapi juga mengatasi masalah-masalahnya. Muatan yang diangkat ga beda-beda jauh dari Nodame, kerjasama dan pantang menyerah. Disini kita juga belajar bahwa dalam bermusik, kita juga harus peka. Bagaimana menghasilkan melodi musik yang mampu membawa pendengar mengalami emosi yang dimaksud, senang, sedih, terharu, bersemangat dan lain sebagainya.


Dari beberapa sumber (blogger yang lebih gila nonton dorama) yang disebut belakangan ini terinspirasi dari yang disebut duluan. Inti ceritanya emang sama, musik klasik. Sepertinya keduanya bertujuan untuk lebih memperkenalkan musik klasik di kalangan awam. The amazing thing of both dorama is all the actors study hard to perform their character, sehingga mereka ngga canggung dan membuat adegan bermain musiknya nampak nyata, ngga dibuat-buat (ini yang kurang dari akting aktor2 kita). Kim Myung-min yang jadi konduktor di Beethoven Virus belajar dari konduktor beneran selama 5 bulan intensif. Hasilnya, adegan conducting-nya bagus, emosinya ngalir begitu aja. Bikin mangap saking terpukaunya... Begitu juga dengan Tamaki Hiroshi yang memiliki peran sama dalam Nodame. Both of them are great, but I was touched when Kang Mae (Kim Myung-min) conduct Beethoven's Symphony no. 9.

Banyak yang menyayangkan ending dari Beethoven Virus, katanya nggantung. Tapi buat saya, it's even better. ==SPOILER LAGI== ga ada yang jadian, tapi menimbulkan pengharapan, "Okay, I have to do better to be appropriate." Bahkan kalopun dibikin season 2, mungkin bakal ngerusak cerita keseluruhannya, lebih baiknya sih dibikin cerita baru lagi dengan tokoh yang lain (emang ada yang mo bikin season 2-nya ya??).

Kalo Nodame, hmm... saya belom menuntaskan ceritanya. Selain serial yang 11 episode itu, ada 2 miniseri spesialnya, plus 2 film yang blom saya tonton. Komiknya juga belom baca, because honestly, the drawing is not so good. Di Nodame, perkembangan karakter tokohnya lebih bagus. Setiap karakter berkembang dengan caranya sendiri, agar dapat mengejar atau menyamai karakter lain yang lebih bagus, tidak ada satu karakter yang lebih baik daripada yang lain (walopun disini Chiaki dianggap paling hebat, tapi untuk kejeniusan main piano sebenernya kalah dari Nodame kan, bukan dari segi teknik lho..)

Kedua dorama itu menghibur, di tengah banyaknya tayangan tipi yang bikin saya ogah nonton. Nilai 4 dari skala 1 mpe 5. Ada yang mo ngerekomendasiin tontonan lain?

Tuesday, 6 July 2010

Us (OST 500 Days of Summer)

by Regina Spektor

They made a statue of us
And it put it on a mountain top
Now tourists come and stare at us
Blow bubbles with their gum
Take photographs have fun, have fun

They'll name a city after us
And later say it's all our fault
Then they'll give us a talking to
Then they'll give us a talking to
Because they've got years of experience
We're living in a den of thieves
Rummaging for answers in the pages
We're living in a den of thieves
And it's contagious
And it's contagious
And it's contagious
And it's contagious

We wear our scarves just like a noose
But not 'cause we want eternal sleep
And though our parts are slightly used
New ones are slave labor you can keep

We're living in a den of thieves
Rummaging for answers in the pages
We're living in a den of thieves
And it's contagious
And it's contagious
And it's contagious
And it's contagious

They made a statue of us
They made a statue of us
The tourists come and stare at us
The sculptor's marble sends regards
They made a statue of us
They made a statue of us
Our noses have begun to rust
We're living in a den of thieves
Rummaging for answers in the pages
Were living in a den of thieves

And it's contagious
And it's contagious
And it's contagious
And it's contagious
And it's contagious
And it's contagious
And it's contagious
And it's contagious





owner's note : baru bisa nonton filmnya minggu kemaren, and it's awesome. film ini bukan love story, tapi story about love... awesome... 4 out of 5

Wednesday, 30 June 2010

Harry Potter and The Deathly Hallows

Ehem, akhirnya datang jugaa.. Ato lebih tepatnya keluar juga trailer-nya. Rasanya ceritanya bakalan suram, mengikuti bukunya yang juga semakin kelam. Frankly, ending bukunya bagi saya terasa aneh. Semakin aneh karena saya membaca yang English version, dengan pemahaman Bahasa Inggris saya yang ala kadarnya. Hehe... O'rite then, check this out...


Wednesday, 23 June 2010

The A Team

"I love it when a plan comes together"

"So, one day Satan walks into a bar..."

... dan nonton film ini. Bagus sih secara keseluruhan. Actionnya oke. Komedi bertebaran. Ceritanya, well, mungkin agak mudah ditebak sich, tapi ga masalah. Namanya film hiburan, kita ga perlu capek-capek mikir kenapa ini begini dan itu jadi begitu. Cuma kadang ya, ada dialog yang aneh gitu. Ga tau karena aktornya yang kurang menghayati atau emang naskahnya yang ga pada tempatnya.


Yang bikin saya ga nyaman waktu nonton adalah suasana bioskop. Padahal udah ngambil tempat nomor dua dari belakang, tapi tetep aja berasa terlalu deket dengan layar (saya tidak akan menyebut nama tempat). Efeknya, sewaktu menampilkan adegan action terasa ngga nyaman, terlalu cepet dan terlalu lebar. Kedua, momen yang ngga pas. Ada aja adegan yang ngga lucu bahkan berkesan kasar, diketawain. I don’t get where’s the humor? Oke, filmnya emang lucu (mana ada sih serial The A Team yang serem atau horror). Tapi apa iya kalo muka kita dipukul ato dijepitin ke pintu kandang anjing kita bakal ketawa. Dan sepanjang perjalanan nonton film, udah ada 3 macam penonton menjengkelkan versi Janji Joni. Hhh….






Eniwei, di luar carut-marut itu, The A Team tetap recommended. Buat yang bother to check the story (plus spoiler), silakan klik di sini. Walaupun saya penggemar serial ini (anak kecil yang aneh, masih SD tontonan favoritnya bukan Doraemon) ada hal-hal yang saya bahkan lupa sama sekali. Yang paling diinget adalah saat mereka bongkar alat/bagian mobil laen buat dipasang di rakitan baru mereka. Dan tentu saja kenapa BA takut terbang. Ah, menyenangkan.

Penilaian saya 8,5 dari 10.

Tuesday, 1 June 2010

Until by Sting

If I caught the world in a bottle
And everything was still beneath the moon
Without your love would it shine for me?
If I was smart as Aristotle
And understood the rings around the moon
What would it all matter if you loved me?

Here in your arms where the world is impossibly still

With a million dreams to fulfill
And a matter of moments until the dancing ends
Here in your arms when everything seems to be clear
Not a solitary thing would I fear
Except when this moment comes near the dancing's end

If I caught the world in an hourglass

Saddled up the moon so we could ride
Until the stars grew dim, Until...

One day you’ll meet a stranger

And all the noise is silenced in the room
You’ll feel that you're close to some mystery
In the moonlight and everything shatters
You feel as if you’ve known her all your life
The world’s oldest lesson in history

Here in your arms where the world is impossibly still

With a million dreams to fulfill
And a matter of moments until the dancing ends
Here in your arms when everything seems to be clear
Not a solitary thing do I fear
Except when this moment comes near the dancing’s end

Oh, if I caught the world in an hourglass

Saddled up the moon and we would ride
Until the stars grew dim
Until the time that time stands still, Until...
 


Writer's note : I love Sting, lagu ini saya denger waktu lagi nonton Kate and Leopold, inget? Cast-nya Meg Ryan dan Hugh Jackman. Ceritanya, Duke of Albany (Hugh Jackman) yang idup di abad 19 ngga sengaja travelling ke masa sekarang dan bertemu Kate McKay (Meg Ryan). Film romcom yang menghibur. Cerita lebih lengkap, silakan googling. Lagu dengan irama Waltz (?) yang jazzy jadi bikin saya, Love it... Romantic... Ooooh....

Monday, 12 April 2010

Nodame Cantabile

Sungguh menyenangkan sebenarnya bisa menikmati lagu klasik. Terutama jika kita bisa tau apa maksud dari lagu itu, yang mana kalo kita ngomongin musik klasik, hal itu agak susah (kan instrumental doang, kadang juga ada lirik dalam bahasa yang ga kita paham). Nha, gara-gara serial yang jadi judul postingan ini, saya jadi rada mudeng tentang musik klasik. Alasan musik itu dibuat oleh komposernya, ceritanya tentang apa, excited mendengar lagu-lagunya, bahkan dengan sukses mendorong saya mendownload semua musiknya (mostly, illegally). Gara-gara itu juga, saya jadi rada sadis. Karena di film itu ada banyak adegan sadis yang komikal banget. Dialog yang diselingi dengan,"Gyabooo....!", ato,"Mukyaaa....!!" hampir ada di setiap episode, meskipun sebenernya, genre-nya adalah komedi romantis.

Jika anda berminat buat nonton dorama ini, ada 11 episode dan mengeluarkan 2 episode spesial sewaktu tokoh utamanya pindah ke Paris, serta 2 cerita the movie. Singkat cerita, baca ini dan itu. Ini trailer the movie yang kedua.




Omong2, mana trailer the movie yang laen? Silakan mencari info lebih lengkap di Google, karena ini adalah trailer movie yang terbaru...

Monday, 22 February 2010

The Boat That Rocked

Ga nyangka. Awalnya tidak ada niatan bagi saya buat nyewa ni filem, tapi ternyata ceritanya bagus. Ceritanya tentang pemberontakan sebuah Pirate Radio terhadap keputusan pemerintah UK yang pengen membungkam siaran mereka selamanya. Bersetting cerita pada sekitar tahun 1966, radio ini merupakan satu-satunya radio yang menyiarkan lagu pop dan rock n roll selama 24 jam penuh. Cerita keseharian para DJnya hippies banget, tapi menarik. Radio yang stasiunnya berada di atas sebuah kapal yang selalu mengapung di laut ini di pimpin oeh Quentin (Bill Nighy), kalo kita jeli, dia inilah yang menghidupkan peran Davy Jones di Pirate of Carribean. Ngga akan saya tulis bagaimana sinopsisnya, bisa dicari situs2 fim yang lain. Saya sangat terhibur menonton film ini. Terebih lagi karakter orang2 dalam cerita ini macem-macem. Dari yang lugu, culun sampe playboy. 

Tonton deh.... (4 out of 5 stars)

Tuesday, 19 January 2010

Ironman 2

PP: Go get them, Boss!!
TS: You complete me...


Satu kalimat yang bisa saya bilang sejak nonton sekuel pertamanya,"Inilah superhero yang narsis!" Kenapa tidak, silakan Anda liat sekuel pertamanya. Tony Stark adalah contoh badboy (ditunjukkan dengan hobinya menghambur-kan uang buat judi dan cewek (hmmm...) yang kemudian menyadari bahwa ada dunia lain di luar sana yang ngga melulu seperti kehidupan kesehariannya yang bersenang-senang. Dan akhirnya, terciptalah Ironman. Hehe... Check this out!


Saturday, 12 December 2009

Judul lagu itu Technicolour

Udah pernah liat iklan salah satu merek ponsel terkenal dari Korea? Itu tuh... Yang bintang iklannya Nicholas Saputra ma Dian Sastro...? Desain ponselnya bagus, didominasi ma warna2 cerah. Saya jadi kepingin, berhubung doku-nya ga nyampe, jadi nabung dulu seh (dan ngantri bersama deretan daftar benda yang pengen saya pingini abad ini seperti laptop, kamera DSLR dan PDA). Tapi yang mw saya bahas sekarang bukan wishlist saya, tapi jingle iklannya.

Lagunya ear catchy. Karena jingle iklan itulah saya berburu informasi dari mbah google dan youtube.com. Dan ketemulah judulnya, Technicolour, sung by Paloma Faith. Saat pertama baca, saya kira Paloma Faith adalah judulnya, sedangkan penyanyinya band bernama Technicolour. Nama Paloma Faith asing di telinga saya. Bahkan awalnya saya pikir yang menyanyikan lagu ini Lilly Allen yang rada mirip tone2-nya. Dari lagunya saya tebak penyanyinya adalah seorang Inggris (ada yang ngeBrit di lagu ini, coba deh dirasa pas mendengarnya). Ternyata waktu saya baca biodatanya dari wikipedia, doski emang seorang Inggris keturunan Spanyol, dan suaranya emang ada kemiripan ma Amy Winehouse ato Duffy (dan bukannya Lilly Allen, Dude!). Lagunya enak buat manggut-manggut ato jingkrak-jingkrik. Coba deh....

Ni liriknya:


Once upon a time, my friends it feels like yesterday

I was living lonesome in a world of disarray

Everything was a black and white, there wasn't even gray

And every morning waking up on groundhog day


Bridge:

It was all in monochrome without the lies
Just like a silver screen you walk into my life


Chorus:

You taught the stars to light up what we find

I come alive saturated in your charms

We kiss the sky and dancing towards rainbows

Now it's all in technicolor with you


I lived in the blackest house with seven pure white cats
The bleak eyed look of every day hidden deep inside my heart

The notes on the piano now remind me of my past

And now you're here right by my side I hope that we will last


Bridge
....
Chorus
....

Yellow, orange, pink, red, and blue

Let's paint the town, darling us two

You bring your pallet and I will sing the sub bar

We are just two birds of a feather


Chorus
....

Monday, 7 December 2009

Valkyrie - July 20, 1944 plot

There's not so many story about the (attempt of) assasination of Hitler. There's few I know. One of them was then made into motion picture. You can read the synopsis from iMDB or wikipedia. Since I'm doing nothing beside sending my CV all over the universe (hyperbolic :b), I watch it with a very small budget for renting the movie. When everybody is recommending 2012, I prefer to see it.

There's so many stories behind the scene. Maybe you'd hear some, that the cast for Colonel von Stauffenberg, Tom Cruise was rejected by everybody who idolize the Colonel, and also many Germany and the Colonel's family member, due to the actor's adherence to
Scientology. The permit to take a shot in the Blenderblock is not easy also. But in the end, we still able to watch the movie.

This movie is highly recomended. Since I like to see war-theme movie (you can see humanity among the bloody fight, I think this is the movie-maker's purpose beside "there's no good at war"), this movie told me there's some German who have different point of view from Hittler. Not all German was like him. Some refreshment while learning history, instead of seeing low quality movie in cinema nowadays (except 2012 which is good but I find no interest at all). 4 out of 5.


You did not bear the shame.

You resisted.

You bestowed an eternally vigilant symbol of change
by sacrificing your impassioned lives for freedom, justice and honor.

-Memorial to the German Resistance-

Thursday, 24 September 2009

Ooo..... Sherlock Holmes

Finally, buat penggila (ato cuma sekedar demen baca novelnya) Sherlock Holmes, bakalan ada filmnya. Katanya siyh release Desember (apakah tiket gratisan ituh sudah ada dan masih berlaku? hanya 'dia', pejabat K*mp*s dan Tuhan yang tau). Yang memainkan karakter Sherlock adalah Robert Downey Jr, temennya, Dr. Watson, bakal dimainkan oleh Jude Law. This is all you can see, for now...Picture source from http://www.imdb.com/

Friday, 3 July 2009

Angels and Demons


Setelah menunggu lama banget (just few months actually) akhirnya keluar juga filmnya. Saya baca bukuny sekitar 4 bulan yang lalu. Bukunya bagus, saat kita baca, kita kek jadi detektif yang mencoba memburu harta karun (harta karunnya adalah menyelamatkan korban yang diculik, most of them dying in the end) dengan melihat dan memecahkan clue-nya satu demi satu. Hmm... jadi mengingatkan ke petualangan 5 sekawan. Sekarang filmnya udah keluar, lama. Saya baru nonton dan saya lebih suka yang ini daripada yang sebelomnya (Da Vinci Code). Rambutnya Robert Langdon lebih oke, filmnya dramatis, lebih nyaman dilihat dan temanya lebih ringan (daripada Da Vinci Code). Ceritanya, sebuah antimateri telah ditemukan, dicuri orang dan dimanfaatkan sebagai bom waktu yang akan meledakkan Vatican City. Bersamaan dengan itu, 4 orang preferiti yang sudah digadang-gadang akan menjadi calon pengganti Paus yang baru saja meninggal diculik. Tujuan jahatnya disini adalah menghancurkan Vatican dan segala simbol Katholik yang ada di sana sebagai balas dendam. Eh... ga segitunya sebenernya, alasan aslinya adalah *************************** (maaph, kesensor, spoiler). Robert Langdon harus memecahkan satu demi satu clue-nya, hingga akhirnya ketemu dengan otak di balik semua rencana busuk ituh... Banyak korban, pembunuhnya sadis (sukkkaaa dech!), dan kita belajar banyak dari film itu... Okay, ada beberapa fakta di sana, not entirely full fiction. Ada juga fakta yang dilebih-lebihkan untuk menimbulkan efek dramatis dan menohok, ga seperti yang seaslinya. Tapi setidaknya film ini menghibur. 4 out of 5 stars. Awesome...

Friday, 20 March 2009

Anyone Else But You

by Moldy Peaches
(OST Juno)

You're a part time lover and a full time friend
The monkey on you're back is the latest trend
I don't see what anyone can see, in anyone else
But you

I kiss you on the brain in the shadow of a train
I kiss you all starry eyed, my body's swinging from side to side
I don't see what anyone can see, in anyone else
But you

Here is the church and here is the steeple
We sure are cute for two ugly people
I don't see what anyone can see, in anyone else
But you

The pebbles forgive me, the tree forgive me
So why can't, you forgive me?
I don't see what anyone can see, in anyone else
But you

I will find my nitch in your car
With my mp3 DVD rumple-packed guitar
I don't see what anyone can see, in anyone else
But you

Du du du du du du dudu
Du du du du du du dudu
Du du du du du du dudu du

Up up down down left right left right B A start
Just because we use cheats doesn't mean we're not smart
I don't see what anyone can see, in anyone else
But you

You are always trying to keep it real
I'm in love with how you feel
I don't see what anyone can see, in anyone else
But you

We both have shiny happy fits of rage
You want more fans, I want more stage
I don't see what anyone can see, in anyone else
But you

Don Quixote was a steel driving man
My name is Adam I'm your biggest fan
I don't see what anyone can see, in anyone else
But you

Squinched up your face and did a dance
You shook a little turd out of the bottom of your pants
I don't see what anyone can see, in anyone else
But you

Du du du du du du dudu
Du du du du du du dudu
Du du du du du du dudu du
But you


Hehe, suka banget deh sama lagu ini. Terutama setelah liat filmnya yang oke banget. Ceritanya tentang cewe SMa yang hamil (ceritanya dia pengen tau gimana rasanya ehem.... make love). Dia dengan cueknya menyerahkan bayinya (yang blom dilahirkan) buat diadopsi ma pasangan yang dah lama mengharap punya anak, tapi malah akhirnya jadi bercerai karena si suami ngerasa ga siap. Ada Ellen Page (XMen), Michael Cera, Jason Bateman (Arrested Development) dan Jenifer Garner.

Tuesday, 21 October 2008

Recently......

Ada ungkapan,"Sebelum kau nak lia' filem Laskar Pelangi, sebaiknya kau baca dulu lah bukunya... Macem mana tu..."

Ungkapan itu adalah benar adanya. Saya udah baca bukunya berbulan-bulan yang lalu. Bukunya Recomended abiss... Inspiring... Apapun yang orang bilang itu benar adanya. Tapi dari 3 buku dari Tetralogi itu yang paling bagus ternyata
Edensor. Cerita Ikal dan Arai yang berjuang kuliah di Eropa sana, sambil backpacking keliling Eropa dan Afrika (Oh... negara eksotis) sampai akhirnya Ikal menemukan kota yang selama ini hanya ada dalam impiannya, Edensor.

Semua itu berawal dari mimpi. Mimpi seorang anak desa, yang kondisi lingkungannya mungkin tidak terbayang oleh kita. Mimpi di tengah sekolah yang menyambi jadi tempat bobo' kambing itu menjelma menjadi kenyataan, bahkan yang lebih hebat lagi, menjadi sebuah cerita yang seakan fiksi, dibuat menjadi film dan menginspirasi semua orang. Singkatnya, mimpi satu anak yang jadi inspirasi semua orang yang mengetahuinya. Awesome!

Haha..
. setelah berhasil nonton filmnya, saya salut dengan Andrea Hirata sang Penulis, Riri Riza sang sutradara, dan semua orang yang terlibat dalam film ituh. Diawali ekspektasi, biasanya film yang dibikin dari novel tuh ga acik, dalam kenyataannya ga juga. Filemnya oke, mengharukan sekaligus penuh humor.....
Saya berani taruhan (walopun judi itu haram) film ini pasti mendapat penghargaan.
Yang ga asyik adalah saya nonton bareng anak-anak kecil yang ketawa ga pada waktunya dan ribut sendiri nyari mak-bapaknya. Ckkk....ckk....ckk....













P.S.: Ungkapan di atas tu ungkapan saya sendiri lho....

Monday, 3 March 2008

Paris Je t'aime

HUikikikikik..... Film yang kadang membingungkan. Tapi pantes dapet 4,5 out of 5 stars. Awesome....


Film ini merupakan hasil kontribusi 21 Directors, di antaranya ada Wes Craven, Gus van Sant dan Alfonso Cuaron. Buat kita2 yang pikirannya cinta itu cuma antara 2 orang berbeda jenis kelamin (ato sama, hyucks), yah... bakalan kepikiran kalo tu filem isinya itu doang. Tapi ngga sodara-sodara... We have to open our mind, it's not always such a kind, halah.... Film kelas Festival, premier-nya diputer di Cannes. Ahoy....

Ceritanya............. Pfiuh, ga tega ngasih spoilernya....

Aniho, ga enak kalo saya cerita. Watch for Urself Guys.... Its awesome....! Trick!

Friday, 29 February 2008

Zodiac

It's cool, I can tell. Kenapa? Ceritanya, film ini didasarkan real crime case di Amerika sono. Seseorang yang menggunakan nama Zodiac mengirim surat ke SF Chronicle dan beberapa orang serta kantor polisi yang menyatakan bahwa dia mengetahui detail beberapa kasus pembunuhan, karena dialah sang pembunuh itu. Dia mengaku sebagai orang yang cerdas, bahkan lebih cerdas dari polisi2 yang memburunya. Kasus ini tidak terselesaikan, though, polisi punya banyak tersangka. Bahkan beberapa orang, kalo ngga bisa dibilang satu, udah cocok banget diajukan ke kursi pengadilan. But, bukti2 bilang, he's not match. Satu bukti menggugurkan banyak bukti kuat lain, yang sayangnya juga ngga bisa menyeret dia ke pengadilan. Salah satu bukti yang bikin dia ngga bisa dituntut adalah, handwriting. Heheheheh... bikin gemez juga ni film karena kita (terutama yang suka baca buku detektif dan nonton film pembunuhan dan hobi nganalisis kek Sherlock Holmes the Great) udah tau si pembunuh tapi ga bisa liat dia dituntut ke pengadilan cuma gara-gara tulisan tangannya ga cocok.

4 out of 5 stars. Highly Recomended.


P.S.: Da yang mo nemenin nonton Ayat-ayat Cinta ga yah? Hasrat pengen nontonnya dah ngga setinggi dulu...